- Polisi menggerebek rumah pesta narkoba di Dipasena
- Tiga pelaku ditangkap dengan sabu puluhan gram dan senjata api
- Satu pelaku berhasil kabur dan kini menjadi buronan
SuaraLampung.id - Sebuah rumah di Kampung Bumi Dipasena Sejahtera, Rawajitu Timur, mendadak jadi sasaran penggerebekan aparat Polsek Rawajitu Selatan.
Berawal dari laporan masyarakat soal aktivitas mencurigakan, polisi tak hanya menemukan pesta narkoba, tapi juga senjata api rakitan.
Penggerebekan berlangsung pada Selasa dini hari, 21 Oktober 2025, sekitar pukul 03.30 WIB. Suasana rumah yang memutar musik remix dengan volume super keras semakin memicu kecurigaan petugas. Tak buang waktu, polisi langsung bergerak.
Dalam operasi itu, tiga pria berhasil diamankan di lokasi. Sayangnya, satu pelaku lain berhasil melarikan diri dan kini menjadi buronan.
Para tersangka yang berhasil diciduk ialah J (29), warga Ogan Komering Ilir. Pria ini kedapatan membawa tas mencurigakan yang berisi 11 bungkus plastik klip besar berisi sabu seberat 34,079 gram.
Tak cuma itu, ada juga 2 bungkus plastik klip berisi 20 butir pil ineks berat 2,527 gram, dan yang bikin kaget ditemukan 1 pucuk senpi rakitan jenis revolver lengkap dengan 4 butir peluru kaliber 5.56 mm.
FK (24) dan AW (23), keduanya warga Kampung Bumi Dipasena Sejahtera. Mereka juga ikut diamankan karena diduga kuat terlibat dalam aktivitas ilegal ini.
Tak hanya barang haram, petugas juga menyita berbagai barang bukti pendukung lainnya seperti timbangan digital, pipet (sekop), bungkus plastik klip, dua buah tas, dan satu unit handphone.
Kasus narkoba kini ditangani oleh Sat Narkoba Polres Tulang Bawang, sementara kasus senpi rakitan diselidiki oleh Polsek Rawa Jitu Selatan.
Baca Juga: Bandar Narkoba di Lampung Tengah Ternyata Perakit Senpi! Polisi Sita Gambar Desain Revolver
Kapolsek Rawajitu Selatan, AKP Bambang Heryanto menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran gelap narkoba.
"Ini komitmen kami untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda,” ujar AKP Bambang dengan tegas.
Para tersangka kini dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 112 ayat (2) Sub Pasal 114 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya tidak main-main: maksimal seumur hidup atau bahkan pidana mati.
Satu tersangka berinisial P berhasil meloloskan diri dari sergapan dan kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Polisi masih terus melakukan pengejaran ketat terhadap P.
“Tidak ada kompromi bagi pelaku kejahatan narkotika. Siapapun yang terlibat, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” pungkas AKP Bambang.
Berita Terkait
-
Bandar Narkoba di Lampung Tengah Ternyata Perakit Senpi! Polisi Sita Gambar Desain Revolver
-
Pelaku Begal Sadis di Penawartama Diciduk, Motor Pelajar Berhasil Diselamatkan
-
Korupsi Dana BOKB: Pejabat Tubaba Ditahan, Rugikan Negara Lebih dari Rp1 Miliar
-
Jaringan Narkoba Terbongkar! BNN Lampung Sita 11 Kg Sabu
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung