- Balai Karantina Lampung memastikan cengkih radioaktif tidak diekspor langsung dari Lampung
- Cengkih tersebut dikirim ke Surabaya sebelum diekspor ke Amerika Serikat
- Hanya satu kontainer cengkih diduga terkontaminasi Cesium-137
Fokus utama penyelidikan kini beralih ke Lampung. Melalui Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Satgas telah melakukan penelusuran di enam titik lokasi di Lampung.
Yaitu di industri peleburan logam, gudang pengepul cengkih, dan perkebunan cengkih penyuplai PT Natural Java Spice (NJS) di tiga kecamatan, serta satu lokasi pemetaan awal di Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan.
Hasil yang ditemukan cukup mencengangkan. Kontaminasi Cs-137 terdeteksi pada sebagian kecil komoditas cengkih di Lampung Selatan.
Meskipun pengukuran menunjukkan tingkat paparan radiasi masih dalam kisaran sangat rendah dan dinyatakan tidak menimbulkan dampak kesehatan langsung bagi warga setempat, temuan ini tetap menjadi lampu kuning.
"Kami merekomendasikan agar cengkeh tersebut tidak diperdagangkan sampai dengan hasil uji keluar secara resmi," tegas Bara.
Tim akan melanjutkan pengujian sampel cengkih dan tangkai cengkih di laboratorium milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk hasil yang lebih pasti.
Sementara itu fasilitas pengolahan cengkih milik PT Natural Java Spice (NJS) di Surabaya dan perkebunan cengkeh di Pati, Jawa Tengah, dinyatakan tidak terkontaminasi Cs-137, alias clean and clear.
Tak hanya itu, komoditas lain yang tumbuh di daerah terdampak di Lampung, seperti kopi, coklat, pinang, dan cabai Jawa, juga dinyatakan bebas dari kontaminasi. (ANTARA)
Baca Juga: Cengkeh Lampung Terkontaminasi Zat Radioaktif Cesium-137, Bagaimana Nasib Petani dan Ekspor?
Berita Terkait
-
Cengkeh Lampung Terkontaminasi Zat Radioaktif Cesium-137, Bagaimana Nasib Petani dan Ekspor?
-
Cemburu Berujung Petaka: Wanita di Bandar Lampung Rusak Bagian Sensitif Kekasih Gelap
-
Pabrik Refinery Minyak Sawit Kelas Dunia Hadir di Lampung, Nilai Investasinya Fantastis
-
Siswi SMP Disekap di Penginapan di Bandar Lampung Diduga Dilecehkan, Ibu Korban Histeris
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ
-
Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan
-
Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308
-
Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah
-
Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik