-
Dishub Bandar Lampung gagal mencapai target retribusi parkir
-
DPRD menduga adanya kebocoran sistem parkir
-
Pemkot Bandar Lampung berjanji akan melakukan evaluasi
SuaraLampung.id - Potensi pendapatan daerah dari retribusi parkir di Kota Bandar Lampung mendapat sorotan tajam dari Badan Anggaran DPRD Bandar Lampung.
Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Rizaldi Adrian menyoroti kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) yang dinilai "loyo" dalam menggenjot penerimaan dari sektor vital ini.
"Retribusi parkir ini bisa menjadi salah satu sumber pendapatan yang signifikan untuk menambah PAD. Ini harus menjadi perhatian kita semua," tegas Rizaldi dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com, Rabu (8/10/2025).
Pernyataan senada diungkapkan Wakil Ketua III DPRD Kota Bandar Lampung, Wiyadi. Memimpin sidang Badan Anggaran, Wiyadi mengungkapkan kekhawatirannya atas tren penurunan retribusi parkir.
Saya bertanya, kenapa retribusi parkir ini setiap tahunnya terus berkurang? Realisasinya tidak sesuai dengan target yang sudah ditetapkan," ujar Wiyadi.
Data terkuak dari rapat Badan Anggaran. Untuk tahun 2025, target retribusi parkir dipatok fantastis sebesar Rp7,1 miliar. Namun, hingga kini, angkanya baru menyentuh 7,34 persen.
"Apakah ini kesalahan dalam perhitungan target yang terlalu tinggi, atau ada kebocoran dalam sistem retribusi parkir di jalan-jalan kota?," tanya Wiyadi.
Menanggapi hujan kritik, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Bandar Lampung, Desti Mega Putri, mencoba berkelit. Desti menjelaskan bahwa retribusi parkir di Bandar Lampung terbagi dua yaitu Pajak Parkir dan Retribusi Parkir.
Retribusi parkir "hanya" dipungut di beberapa area "tertentu", seperti sekitar Pasar Tengah (Jalan Pemuda, Jalan Pangkal Pinang).
Baca Juga: Dana Transfer Daerah Dipangkas Rp300 Miliar: Pemkot Bandar Lampung Klaim Aman
"Retribusi parkir di jalan umum seharusnya bisa dipungut di sepanjang tepi jalan hingga batas badan jalan, sesuai dengan lebar halaman parkir pemilik toko," ungkap Desti.
Dalam APBD Perubahan 2025, target retribusi parkir justru dipangkas drastis menjadi Rp1,3 miliar. Namun, lagi-lagi, realisasinya tetap jeblok, baru mencapai sekitar Rp295 juta. Desti masih sempat menebar optimisme kosong dengan menargetkan Rp1,4 miliar untuk tahun 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan hanya bisa memberikan janji klise. "Kami akan terus berupaya meningkatkan PAD, salah satunya melalui pemungutan retribusi parkir. Kami juga akan memperbaiki sistem dan melakukan evaluasi," ujar Iwan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
Terkini
-
Cemburu! Suami di Metro Tega Bakar Istri yang Sedang Hamil Saat Tidur Pulas
-
Misteri Bau Menyengat di Kontrakan Pagelaran Terkuak: Wanita Ditemukan Tak Bernyawa di Kasur
-
Diwarnai Kejar-kejaran, Polisi Obrak-abrik 6 Sarang Narkoba di Pringsewu: 2 Terduga Bandar Diciduk
-
Heboh Uang Damai Rp1 Juta Nego Jadi Rp600 Ribu di Payan Mas, Kapolres Lampung Utara Turun Tangan
-
Akhiri Teror Puluhan Tahun, Benteng Gajah 138 Km Way Kambas Siap Diresmikan Prabowo