-
Pemerintah Lampung membangun Rumah Sakit Hewan Provinsi untuk layanan modern
-
Pembangunan ini bertujuan mengendalikan penyakit zoonosis seperti rabies
-
Rumah Sakit Hewan ini akan menjadi fasilitas rujukan bagi klinik hewan lain
SuaraLampung.id - Pemerintah Provinsi Lampung kini tengah membangun Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung, yang diharapkan dapat menjadi tonggak terciptanya layanan kesehatan hewan modern dan upaya efektif dalam pengendalian penyakit zoonosis.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung, Lili Mawarti, mengemukakan pentingnya keberadaan fasilitas ini.
"Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung sebagai sarana memberikan pelayanan kesehatan hewan modern, sekaligus upaya pengendalian penyakit zoonosis," ujar Lili Mawarti, Sabtu (4/10/2025).
Dia menambahkan bahwa rumah sakit ini akan menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan hewan dan masyarakat dari ancaman penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, seperti rabies.
Pembangunan Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung telah dimulai sejak tahun 2023, dengan alokasi awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung sebesar Rp1,8 miliar dari total kebutuhan sekitar Rp8 miliar. Meskipun sempat terkendala anggaran, progres pembangunan kini telah hampir selesai.
"Proses penyelesaian pembangunan gedung serta penyediaan sarana, prasarana, dan fasilitas dalam gedung masih membutuhkan perhatian dan anggaran yang cukup besar," jelas Lili.
Ia sangat berharap adanya bantuan dana alokasi khusus (DAK) dari kementerian untuk membantu percepatan penyelesaian pembangunan rumah sakit hewan yang sangat dinantikan ini.
Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung didesain untuk menjadi sarana strategis yang dilengkapi dengan berbagai peralatan canggih dan didukung oleh dokter hewan yang mumpuni.
Fasilitas ini bukan hanya akan meningkatkan kesejahteraan hewan di Lampung, tetapi juga memainkan peran krusial dalam mendukung pengendalian penyakit zoonosis.
Baca Juga: Keracunan Makanan Hantui Lampung, Wagub Jihan: Perketat Pengawasan MBG
"Ini memang bukan rumah sakit hewan pertama di Lampung, melainkan rumah sakit hewan rujukan," terang Lili.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya sudah ada Rumah Sakit Hewan di Kota Metro. Dengan adanya fasilitas rujukan ini, satwa yang sakit dari berbagai klinik hewan di seluruh kabupaten di Lampung akan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan lanjutan yang lebih komprehensif.
Kehadiran Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk kesehatan hewan di Lampung, memastikan setiap hewan mendapatkan perawatan terbaik, serta melindungi masyarakat dari ancaman penyakit zoonosis. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Keracunan Makanan Hantui Lampung, Wagub Jihan: Perketat Pengawasan MBG
-
Kejati Lampung Tangkap DPO Korupsi Dana BUMDes di Pesawaran, Kerugian Negara Miliaran
-
Jalan Lampung Rusak: DPRD Tagih Tanggung Jawab Perusahaan Bukan Cuma CSR
-
Pemkot Bandar Lampung Gelar Operasi Pasar di Seluruh Kecamatan Pekan Depan
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Sabotase di Pesisir Kalianda: Saat Parang Mengincar Mangrove Pantai Aruna
-
Gerak-gerik Mencurigakan, 2 Pemuda Langsung Digeledah Warga Rajabasa: Hasilnya Mencengangkan!
-
Misi Gula Tanpa Impor: Siasat Rp1,7 Triliun Amran Sulaiman di Jantung Tebu Lampung
-
Eks Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Divonis 5 Tahun: Wajib Ganti Rp7,8 Miliar
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Dirut BRI Hery Gunardi Raih Penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka