- Siswa SMP Xaverius Bandar Lampung jadi korban kekerasan
- Orang tua korban melaporkan 7 siswa diduga pelaku pengeroyokan ke Polresta Bandar Lampung
- Pihak SMP Xaverius Bandar Lampung hingga kini belum memberikan klarifikasi
SuaraLampung.id - Sebuah video penganiayaan yang melibatkan tujuh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Xaverius Bandar Lampung terhadap rekan mereka, LR, menjadi viral.
Rekaman mengerikan ini, yang jelas menunjukkan perkelahian brutal, kini berbuntut panjang dengan laporan polisi dan sorotan tajam terhadap respons pihak sekolah.
Insiden tragis ini bermula dari hal sepele yang berujung fatal. Menurut LWT, ibunda korban, anaknya disiram hingga basah kuyup saat buang air kecil di kamar mandi sekolah.
Ketika seragamnya basah, seorang guru menanyakan penyebabnya. LR lantas menyebut nama R sebagai pelakunya. R dipanggil guru, namun kelanjutannya tidak diketahui.
Drama berlanjut saat pulang sekolah. R mengambil ponsel LR, dan teman-teman R menantang LR untuk datang ke suatu tempat jika ingin ponselnya kembali.
“Dari situlah terjadi perkelahian bersama R. Mungkin R tidak terima anak saya mengadu kepada guru,” ungkap LWT, pilu.
Yang mengejutkan, respons pihak sekolah dinilai mengecewakan. Sebelum melapor ke polisi, orang tua korban dan kuasa hukumnya, Putri Maya Rumanti, mendatangi SMP Xaverius untuk mencari kejelasan dan penyelesaian. Namun, mereka justru mendapatkan perlakuan tak terduga.
“Justru kami tidak diizinkan masuk oleh pihak kepala sekolah, dan ponsel kami diminta untuk tidak dibawa. Padahal kami mencoba menengahi bagaimana persoalan ini bisa selesai,” ujar Putri dengan nada kecewa.
Tak mendapat titik terang dari sekolah, LWT dan kuasa hukumnya akhirnya melaporkan peristiwa ini ke Mapolresta Bandar Lampung pada 20 September 2025, dengan nomor LP/B/1378/IX/2025/SPKT/POLRESTA BANDAR LAMPUNG/Polda Lampung.
Baca Juga: Sekolah Rakyat di Bandar Lampung dan Lampung Timur Segera Dibuka
“Iya sudah kami laporkan ke Polresta Bandar Lampung,” tegas Putri. Langkah ini diambil sebagai upaya terakhir untuk mencari keadilan bagi LR yang menjadi korban.
Wakil Kepala Sekolah SMP Xaverius, Hendri, ketika dimintai keterangan, hanya bisa mengatakan bahwa kepala sekolah dan pihak yayasan sedang berkoordinasi untuk penyelesaian perkara. Namun, ia menolak memberikan penjelasan lebih rinci dengan alasan bukan kewenangannya.
“Bukan kewenangan saya, tapi pihak kepala sekolah dan yayasan sedang koordinasi terkait persoalan ini,” dalihnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Sekolah Rakyat di Bandar Lampung dan Lampung Timur Segera Dibuka
-
Honorer Bandar Lampung Deg-degan! Wali Kota Janji 'Habis-habisan' Perjuangkan PPPK Paruh Waktu
-
Nenek IS Ditemukan Tewas dengan Luka di Leher di Durian Payung: Polisi Periksa Anak dan Menantu
-
Bye-bye Angkot Tua! Pemkot Bandar Lampung Siapkan Subsidi untuk Peremajaan Armada
-
Skandal Rp 2 Miliar Guncang Bank BUMN di Balam: Kisah Gelap di Balik Janji Manis Kredit Fiktif
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Resmi! Lampung Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Porwanas 2027, Ini Daftar Cabornya
-
Pegadaian Tegaskan Emas Nasabah Aman di Tengah Lonjakan Permintaan
-
BRI Perkuat KPR Subsidi untuk Percepat Realisasi 3 Juta Rumah
-
Adopsi Digital Meningkat, BRImo Dorong Pertumbuhan Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan
-
BRI Bangun Ekosistem Investasi Inklusif Lewat Qlola dan UMKM