- Ratusan buruh kontrak PTPN I Regional VII Lampung, Unit Usaha Bergen dan Unit Usaha Kedaton unjuk rasa di depan kantor PTPN Jalan Teuku Umar, Bandar Lampung
- Mereka menuntut PTPN I Regional VII mengangkat seluruh pekerja PKWT menjadi pekerja atau karyawan tetap
- Para pekerja juga menuntut PTPN memberikan semua hak dan jaminan sosial serta keamanan kepada pekerja
SuaraLampung.id - Ratusan buruh kontrak atau Pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang bernaung di bawah PTPN I Regional VII Lampung, tepatnya dari Unit Usaha Bergen dan Unit Usaha Kedaton, menggeruduk kantor perusahaan pelat merah tersebut di Jalan Teuku Umra, Bandar Lampung, Senin (22/9/2025).
Mereka datang dengan satu tujuan yaitu menuntut hak-hak normatif yang selama puluhan tahun diduga dirampas, serta mendesak pengangkatan menjadi karyawan tetap.
Koordinator Aksi dari Federasi Pergerakan Serikat Buruh Indonesia - Konfederasi Serikat Nasional (FPSBI-KSN), Yohanes Joko Purwanto, tanpa tedeng aling-aling menuding PTPN I Regional VII Lampung telah lalai menjalankan amanah sebagai perusahaan yang patuh hukum.
"Puluhan tahun pekerja terikat dalam bentuk pekerja kontrak atau borong yang diberlakukan secara sepihak oleh PTPN. Ini mengakibatkan banyak hak normatif pekerja yang tidak tertangani karena tidak adanya perjanjian bersama yang adil," tegas Joko Purwanto dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com.
Pernyataan ini bukan sekadar retorika. Di balik itu, tersembunyi praktik diduga "kontrak abadi" yang menjerat para buruh dalam ketidakpastian, jauh dari jaminan kesejahteraan dan masa depan yang layak.
Dalam tuntutannya, para pekerja mendesak PTPN I agar segera:
- Memberikan semua hak dan jaminan sosial serta keamanan kepada pekerja. Ini mencakup berbagai hak normatif yang seharusnya melekat pada setiap pekerja, namun diabaikan akibat status kontrak yang rentan.
- Mengangkat seluruh pekerja PKWT menjadi pekerja atau karyawan tetap. Mereka menuntut pengakuan atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama bertahun-tahun.
- Pengangkatan disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawab pekerja. Bukan hanya sekadar status, tetapi juga penempatan yang sesuai dengan keahlian dan pengalaman.
- Memberikan kesempatan kepada pekerja borong berprestasi untuk diangkat menjadi PKWT. Sebuah ironi, di mana pekerja berprestasi pun masih harus berjuang hanya untuk mendapatkan status kontrak.
Aksi ini menjadi alarm keras bagi PTPN I Regional VII Lampung, bahkan bagi seluruh BUMN yang masih dituding mempraktikkan sistem kerja eksploitatif.
"Kami menuntut keadilan! Kami bekerja bertahun-tahun, memberikan yang terbaik untuk perusahaan, tapi hak kami diabaikan. Ini tidak bisa dibiarkan!" teriak seorang buruh di tengah kerumunan, mewakili suara ratusan rekan-rekannya yang telah lama terpinggirkan.
Baca Juga: Erick Thohir Jadi Menpora, KONI Lampung Ungkap Harapan Besar
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
"Saya Hakimnya, Bukan Bapak: Arinal Djunaidi Kena Semprot di Sidang Korupsi Dana PI 10 Persen
-
Penderitaan Karyati Korban KDRT di Pringsewu: Ditikam Suami saat Tidur
-
Demi Bayar Utang, Karyawan BUMN di Lampung Nekat Curi Motor Teman Sekantor
-
Bandit Bersenpi di Bandar Lampung Nekat Tembaki Korban Saat Kejar-kejaran, Berakhir di Masjid
-
Pemkot Bandar Lampung Garap Peta Jalan Raksasa Demi Kota Bebas Banjir