Dua SRU menyisir aliran irigasi menggunakan perahu karet milik Basarnas dan BPBD Lampung Timur, menyusuri setiap jengkal harapan. Sementara itu, satu SRU lainnya melakukan penyisiran dari jalur darat di sepanjang bantaran irigasi.
Upaya ini didukung peralatan canggih seperti Aqua Eye untuk mendeteksi objek di bawah air dan UWSD (Underwater Search Device).
Kerja keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 09.00 WIB. Titik terang yang dinanti datang dalam wujud yang paling memilukan. Korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia.
“Korban ditemukan pada koordinat 5°07'52.0"S - 105°25'03.8"E, berjarak sekitar 5 kilometer dari lokasi awal dilaporkan tenggelam. Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sekampung,” ujar Rachmat Afriza.
Penemuan ini menjadi penutup dari operasi SAR yang telah berlangsung selama dua hari. Pada pukul 10.00 WIB, operasi secara resmi ditutup, dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing, membawa serta duka atas tragedi yang menimpa pemuda 23 tahun tersebut
Berita Terkait
-
Tragedi di Pantai Goa Matu: Bripda Alfindo Ditemukan Tewas Usai 3 Hari Pencarian Dramatis
-
Detik-Detik Mencekam di Tebing Goa Matu: Bripda Alfindo Lenyap Ditelan Ombak Saat Mancing
-
Akhir Pekan Kelabu di Pantai Katibung: Dua Sahabat Tenggelam Ditelan Ombak
-
Petak Umpet Berakhir: Koruptor Mess Guru Lampung Timur Ditangkap di RM Nasi Kapau
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Jaringan Aktivis 98 Lanjutkan Gerakan Warga Peduli Warga di Lampung
-
673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu
-
Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi
-
Pemkot Bandar Lampung Sambut Baik Rencana Guru PPPK Ditarik ke Pusat
-
Benteng Terakhir Sukorahayu: Saat Petani Ikhlas Kehilangan Sawah Demi Damai dengan Gajah