SuaraLampung.id - Sebuah tragedi kemanusiaan yang berawal dari masalah sepele mengguncang Kabupaten Lampung Selatan. Misteri hilangnya Pandra (21), seorang pegawai koperasi, sejak Senin (28/7/2025) akhirnya terjawab dengan penemuan yang mengerikan.
Polda Lampung mengungkap bahwa Pandra menjadi korban pembunuhan berencana yang dipicu oleh motif sakit hati akibat utang sebesar Rp125.000.
Pelaku bernama Salam, tega menghabisi nyawa korban dengan cara yang terbilang sangat sadis dan terencana. Dalihnya sederhana namun mematikan: tersinggung saat ditagih kewajibannya.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Lampung, Kombes Indra Hermawan, dalam konferensi pers di Mapolda Lampung, Jumat (1/8/2025), membeberkan akar masalah yang memicu aksi brutal tersebut.
"Dari keterangan saksi-saksi, pelaku merasa sakit hati dengan kata-kata korban saat ditagih utang," kata Indra Hermawan.
Utang yang menjadi pangkal persoalan sebenarnya tidak besar. Pelaku memiliki pinjaman total Rp500.000 di koperasi tempat korban bekerja, untuk modal berdagang somai. Cicilan mingguan sebesar Rp125.000. Namun, nominal kecil ini ternyata cukup untuk menyulut api dendam di hati pelaku.
Kronologi Skenario Maut yang Direncanakan
Semua bermula pada hari nahas itu, 28 Juli 2025, saat Pandra mendatangi rumah pelaku untuk menagih cicilan mingguan. Karena tak memiliki uang, terjadi perdebatan sengit antara keduanya.
"Saat tanggal 28 Juli ketika korban menagih pelaku sempat terjadi cekcok antara keduanya. Korban menagih utang namun pelaku tidak punya uang saat itu, sehingga tersangka keluar rumah cari pinjaman namun tidak dapat dan ada perasaan tersinggung atas ucapan korban," jelas Indra.
Baca Juga: Misteri Mayat Berjaket Merah di Natar Terjawab: Pegawai Koperasi Dijerat Tali Lalu Dibuang
Rasa tersinggung inilah yang menjadi titik balik. Alih-alih mencari solusi, pelaku justru mulai merancang skenario pembunuhan. Ia berpura-pura keluar rumah untuk kedua kalinya dengan alasan mencari pinjaman, padahal niatnya sudah jauh lebih gelap.
"Kemudian, lanjut dia, pelaku akhirnya kembali lagi ke luar rumah kedua kalinya, dengan alasan untuk mencari pinjaman uang, namun tersangka ini menyiapkan golok dan alat-alat untuk membunuh korban yang dipinjam dari tetangganya," ungkap Kombes Indra.
Berbekal golok dan tali pancing, pelaku kembali ke rumahnya dan melancarkan tipu muslihat. Ia mengatakan kepada Pandra bahwa ia tidak berhasil mendapatkan pinjaman, lalu mengajaknya pergi bersama ke rumah seorang saudara untuk mencoba meminjam uang di sana.
"Setelah alat seperti golok dan benang pancing siap pelaku kembali ke rumahnya dan mengatakan kepada korban tidak dapat pinjaman. Lalu pelaku mengajak korban pergi berdua untuk ke rumah saudara guna mencari pinjaman uang," lanjutnya.
Korban yang tidak menaruh curiga akhirnya setuju. Keduanya berboncengan menggunakan sepeda motor milik korban.
Namun, perjalanan itu adalah perjalanan terakhir bagi Pandra. Di tengah jalan yang sepi, rencana jahat itu dieksekusi.
Berita Terkait
-
Misteri Mayat Berjaket Merah di Natar Terjawab: Pegawai Koperasi Dijerat Tali Lalu Dibuang
-
Misteri Mayat Berjaket Merah Terapung di Sungai Natar, Posisi Tangan Terlipat Jadi Sorotan
-
Kapolri Gaspol! 20 SPPG Dibangun di Lampung, Dukung Makan Bergizi Gratis Prabowo
-
Pesan WA Pembuka Jalan Polisi Meringkus Predator Keji yang Menewaskan Bocah di Tulang Bawang
-
Bocah Tewas di Mess PT Indo Lampung: Kapolres Bersumpah di Depan Ayah Korban
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Pegadaian Tegaskan Emas Nasabah Aman di Tengah Lonjakan Permintaan
-
BRI Perkuat KPR Subsidi untuk Percepat Realisasi 3 Juta Rumah
-
Adopsi Digital Meningkat, BRImo Dorong Pertumbuhan Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan
-
BRI Bangun Ekosistem Investasi Inklusif Lewat Qlola dan UMKM
-
Cara Menghitung Luas Permukaan Prisma dan Limas dengan Contoh Soal