SuaraLampung.id - Tim SAR Gabungan belum menemukan jasad korban tindak pidana pembunuhan atas nama Aliyan (60) yang dibuang ke perairan Pulau Legundi, Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Pesawaran.
Jasad Aliyan diduga dibuang sekelompok orang ke laut pada 15 Maret 2025 lalu. Tim SAR Gabungan yang kembali melakukan pencarian selama dua hari terakhir belum menemukan korban.
Kasat Polairud Polres Pesawaran AKP Suwartono mengatakan pihaknya bersama Tim SAR Gabungan bahu-membahu melakukan penyisiran dan monitoring laut di titik koordinat S 05 50.225' E105 19.805'.
Tim SAR Gabungan berasal dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas Provinsi Lampung, Ditpolairud Polda Lampung, BPBD Pesawaran, hingga pemerintah desa dan masyarakat sekitar dan keluarga korban.
Berdasarkan informasi dari keluarga korban, lokasi pembuangan jenazah berada di sekitar Batujajar perairan Pulau Siuncal. Tim telah menyisir laut hingga radius lebih dari 3,5 mil laut.
"Meski belum ditemukan, upaya kami tidak akan berhenti di sini, kami tetap melakukan monitoring melalui radio pelabuhan, serta koordinasi aktif dengan nelayan yang beroperasi di sekitar perairan Pulau Siuncal dan sekitarnya" kata Suwartono dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com Kamis (1/5/2025).
Pencarian sempat terkendala oleh arus laut yang deras dan dugaan bahwa jenazah korban berada dalam kondisi terbungkus karung dan diberi pemberat. Sehingga sulit untuk mengapung ke permukaan atau tersangkut di dasar laut.
Kedalaman laut di sekitar lokasi juga mencapai lebih dari 30 meter, menambah tantangan dalam operasi pencarian.
"Upaya pencarian ini telah dilakukan sebanyak 3 kali secara bertahap mulai dari 23 Maret 2025, lalu 10 April 2025 dan 30 April 2025. Dengan keterlibatan seluruh unsur secara maksimal dan penuh semangat dedikasi," kata Suwartono.
Baca Juga: PSU Pilkada Pesawaran: KPU Targetkan Partisipasi Pemilih Lebih Tinggi
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Arinah yang merupakan anak korban. Dia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas seluruh upaya yang telah dilakukan oleh Tim SAR Gabungan, termasuk dedikasi dari personel Polri.
“Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Tim SAR Gabungan yang sudah membantu dan mendampingi kami dalam pencarian Jasad Ayah kami, Walaupun jasad ayah kami belum diketemukan sekali lagi saya mengucapkan terimakasih,” ujar Arinah.
Aliyan diduga tewas setelah dikeroyok sejumlah orang di Dusun Siuncal, Desa Pulau Legundi, Kecamatan Punduh Pidada, Pesawaran, pada 15 Maret 2025 lalu.
Saat itu Aliyan terlibat cekcok dengan seorang pria bernama Saparudin yang disebut-sebut masih keponakannya sendiri. Keributan ini disebabkan bau kandang kambing yang mengganggu.
Dalam perkelahian itu, Saparudin mengalami luka bacok di bagian tangan dan kepala. Mengetahui ada keributan, warga setempat datang mencoba melerai.
Namun sejumlah orang justru mengeroyok Aliyan hingga meninggal. Para pelaku lalu membawa jasad Aliyan ke dermaga. Mereka memasukkan jasad Aliyan ke dalam karung yang ditambahkan batu sebagai pemberat.
Setelah itu, para pelaku menyeret karung berisi jasad Aliyan ke laut menggunakan dua perahu. Kasus ini sedang ditangani aparat Polsek Padang Cermin.
Video pembuangan jasad Aliyan ini sempat beredar luas di media sosial. Di video itu terlihat sejumlah orang menggotong karung diduga berisi jasad Aliyan di sebuah dermaga.
Kapolsek Padang Cermin AKP Agus Jatmiko mengatakan pihaknya sudah memeriksa 35 orang yang merupakan warga setempat.
Polisi mengaku sudah ada tersangka dalam kasus tersebut namun hingga kini belum ada kejelasan siapa saja pelaku pengeroyokan yang menghilangkan nyawa Aliyan tersebut.
Pihak keluarga berharap kasus ini cepat terungkap dan para pelaku segera ditangkap dan diadili.
Berita Terkait
-
PSU Pilkada Pesawaran: KPU Targetkan Partisipasi Pemilih Lebih Tinggi
-
Pemprov Genjot Infrastruktur Pesawaran: 3 Titik Prioritas Dibidik
-
Jalan Gedong Tataan-Kedondong Diperbaiki Demi Kelancaran Distribusi Hasil Panen
-
Kapolda Lampung: Pengamanan Maksimal PSU Pilkada Pesawaran
-
Anggaran PSU Pilkada Pesawaran Kapan Cair? Ini Harapan KPU
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
BRI Group Perluas Akses Hunian Layak dan Perkuat Pembiayaan Inklusif Berkelanjutan
-
Mencekam! 9 Fakta Bus Terjun ke Sungai di Tanggamus Saat Lewati Jembatan Gantung
-
Cara Menghitung Bunga Tunggal Tabungan Bank dengan Rumus dan Contoh Soal
-
Kenapa Tol Terpeka Ditutup? Hutama Karya Sebut Ada Kepentingan Pertahanan Negara
-
7 Fakta Pemerasan Berkedok Wartawan di Tulang Bawang, Korban Diancam Sebar Foto Pribadi