Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Sabtu, 05 April 2025 | 20:22 WIB
Novelis Ika Natassa geram terhadap ucapan seorang ASN Lampung Barat yang menghina dirinya. [Instagram @ikanatassa]

"Jika benar, saya mohon bantuan Pakcik untuk dapat membina pegawai dimaksud atas etika social medianya yang tidak beradab. Sebagai ASN, tentunya harus mampu berperilaku dan berkata-kata bukan hanya dengan cerdas, namun juga baik. Tidak ikhlas rasanya uang pajak kita dipakai untuk menggaji ASN dengan perilaku yang pantas disebut tercela dan jauh dari cerdas," ujar Ika Natassa.

"Terima kasih, Pakcik. Saya dapat dihubungi lewat DM dan email, nanti kita bisa bertukar nomor dan berdiskusi sedikit tentang hal ini, jika Pakcik berkenan," tutup Ika di postingan Instagramnya.

Wirdan Rafi ternyata mengirim pesan lewat direct message (DM) dan email. Wirdan menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan tidak bisa datang langsung ke Medan untuk meminta maaf secara langsung kepada orangtua Ika Natassa.

Alasannya karena tidak diizinkan oleh keluarganya. Dia lalu menawarkan permintaan maaf dilakukan secara virtual melalui Zoom.

Baca Juga: Pesta Sekura Cakak Buah: Tradisi Unik Lampung Barat di Momen Lebaran Idul Fitri

Ika Natassa menilai tawaran permintaan maaf lewat Zoom tidak mencerminkan keseriusan dalam bertanggung jawab.

"Minta maaf mau lewat Zoom? Dia pikir ini meeting?" tulis Ika, Sabtu (5/4/2025).

Tak lama setelah itu, Ika menerima panggilan telepon langsung dari Bupati Lampung Barat. Dalam percakapan tersebut, Bupati Parosil Mabsus memastikan bahwa prilaku Wirdan akan diproses dan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.

Ika Natassa pun menyatakan harapannya. Agar kasus ini menjadi pembelajaran bagi siapa pun untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Ika Natassa menegaskan bahwa tindakannya bukan bertujuan untuk menghancurkan karier pelaku. Penulis kelahiran Medan, 25 Desember 1977 itu mengambil tindakan ini agar Wirdan Rafi bertanggung jawab atas perbuatannya.

Baca Juga: ASN Bandar Lampung SIAP-SIAP! THR, Gaji ke-14, dan Tukin Cair Senin Depan

Dia menilai bahwa pelaku cyberbullying, apalagi yang merasa aman bersembunyi di balik akun anonim, harus diberikan efek.

Load More