SuaraLampung.id - Tim SAR gabungan menemukan kakak beradik asal Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, yang tenggelam di Sungai Bawang Latak, Kabupaten Tulang Bawang (Tuba), dalam keadaan meninggal dunia pada Kamis (3/4/2025).
Adapun data korban bernama Nita jenis kelamin perempuan usia 10 tahun dan Aulia jenis kelamin perempuan usia 6 tahun.
Dantim Rescuer Pos SAR Tulang Bawang Sumariansyah mengatakan kejadian berawal pada Kamis (3/4/2025), sekitar pukul 07.30 WIB.
Saat itu korban berjumlah enam orang sedang bermain di perahu di Sungai Bawang Latak. Tiba tiba perahu mengalami tidak stabil sehingga mengakibatkan perahu tersebut terbalik. Empat orang dapat diselamatkan dan dua orang tenggelam.
Seorang saksi lalu melaporkan kejadian tersebut ke pihak Basarnas untuk meminta bantuan pencarian dan pertolongan.
Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah merespons laporan tersebut dan mengerahkan satu tim rescue Pos SAR Tulang Bawang untuk menuju lokasi kejadian.
Pukul 11.00 WIB Tim Rescue Pos SAR Tulang Bawang tiba di lokasi kejadian, dilanjutkan briefing dan pembagian tugas kepada unsur SAR gabungan yang terdiri dari personil Polsek Menggala, Babinsa Menggala, BPBD Tulang Bawang, warga dan masyarakat sekitar.
Selanjutnya tim SAR gabungan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dan dilakukan penyelaman. Pada pukul 13.00 WIB, kedua korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Kedua korban ditemukan sekitar kurang lebih 20 meter dari lokasi kejadian. Kondisi kedua korban berdekatan, selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka," ujar Sumar.
Baca Juga: Tragedi Pantai Umbar Tanggamus: Ayah Hanyut Ditemukan Meninggal, Anak Selamat dari Maut
Wisatawan Tewas di Pantai Umbar
Sebelumnya Tim SAR Gabungan menemukan korban terseret ombak di Pantai Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, pada Kamis (3/4/2025).
Dantim Rescuer Kantor SAR Lampung Rachmat Afriza mengatakan korban bernama bernama Casmita (45), warga Dusun Sidomulyo, Desa Bunut Seberang, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran.
"Korban terseret ombak di Pantai Umbar atas nama Casmita ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 07.00 WIB. Selanjutnya korban dibawa menuju rumah duka," ujar Rachmat, Kamis (3/4/2025).
Dia mengatakan kejadian berawal pada hari Rabu (2/4/2025) sekitar pukul 13.00 WIB, Irwan (18) dan ayahnya bernama Casmita sedang mandi di laut Pantai Umbar.
Tiba tiba keduanya terseret ombak dan tenggelam. Warga berhasil menemukan Irwan dalam keadaan selamat, sementara Casmita belum ditemukan.
Berita Terkait
-
Tragedi Pantai Umbar Tanggamus: Ayah Hanyut Ditemukan Meninggal, Anak Selamat dari Maut
-
Tragis! 8 Anak Tenggelam di Pantai Titian Mutiara Lamsel: 3 Meninggal, 1 Hilang
-
Begal Sadis Todongkan Pisau dan Senpi Rampas Motor IRT di Area PT BNIL Tuba
-
Butuh Perhatian Pemerintah! Sekolah di Atas Air Tulang Bawang Minim Fasilitas & Akses Jalan
-
Mahasiswa KKN Hanyut di Sungai Way Sabu Ditemukan Meninggal
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Sasis Bawah Innova Reborn Dilas Plat Besi demi Sabu 27 Kg, Dua Kurir Terancam Hukuman Mati
-
Kisah Haru Erin, Gajah Berbelalai Buntung yang Kerap 'Minder' di Way Kambas
-
Bongkar Salon & Pintu HR-V, Polisi Sita 9.954 Cartridge Etomidate Sabu Rp29,8 Miliar di Bakauheni
-
BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta
-
Musim Kemarau Mengintai, Diskes Bandar Lampung Uji Massal Kualitas Sumur Warga