Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Kamis, 20 Maret 2025 | 20:22 WIB
Ilustrasi ada 15 titik macet di jalur mudik di Provinsi Lampung. [ANTARA]

SuaraLampung.id - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung mengingatkan pemudik untuk mengantisipasi 15 titik rawan macet di sepanjang ruas jalan nasional yang ada di Provinsi Lampung selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2025.

Kepala BPJN Lampung Susan Novelia mengatakan ada 15 titik macet di sepanjang ruas jalan nasional di Provinsi Lampung yang merupakan jalur mudik.

Titik-titik itu berada di ruas jalan Pasar Unit II Kabupaten Tulang Bawang, ruas jalan Tulang Bawang-Bandar Lampung karena terdapat pasar tradisional dengan kemacetan tingkat ringan.

"Ruas jalan Bakauheni, Lampung Selatan karena ada persimpangan, ruas jalan Sukadana, Way Jepara karena terdapat pasar, ruas jalan Natar, Lampung Selatan karena terdapat pasar," katanya.

Baca Juga: Info Mudik 2025: Daftar Jalan Rawan Longsor di Lampung

Susan melanjutkan ruas jalan Terbanggi Besar juga rawan terjadi kemacetan akibat adanya Plaza Bandar Jaya, ruas jalan Hajimena, Natar karena ada persimpangan, ruas jalan Kalianda, Lampung Selatan sebab ada tempat wisata.

"Ruas jalan Gedongtataan juga rawan terjadi kemacetan, ruas jalan Pringsewu tepatnya di Pasar Pringsewu, ruas jalan di dekat Pasar Krui, Kabupaten Pesisir Barat, ruas jalan Balik Bukit, Lampung Barat dekat simpang Pasar Liwa," ujar dia.

Selanjutnya ruas jalan yang rawan terjadi kemacetan ada di ruas jalan Blambangan Umpu, Way Kanan, ruas jalan Kotabumi Selatan, dan ruas jalan Gedongtataan dekat area Simpang Tugu Cokelat, Pesawaran.

"Sedangkan untuk ruas jalan yang rawan terjadi kecelakaan ada di ruas jalan Tarahan Katibung, Lampung Selatan, sebab jalan menanjak dan menurun tajam sehingga sering terjadi rem blong pada kendaraan," kata Susan.

Kemudian ada di ruas jalan Balimbing, Kota Agung Timur rawan terjadi kecelakaan, sebab medan jalan banyak turunan dan tikungan tajam, ruas Jalan Lintas Barat dan ruas jalan Lemong Lintas Barat juga rawan terjadi kecelakaan.

Baca Juga: Posko THR Lampung 2025: Lapor Online Lebih Mudah! Ini Kontak Pentingnya

"Kami mengimbau masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik Lebaran untuk tetap berhati-hati saat melintas dan berkendara," ujar dia.

Jalan Rawan Longsor

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Lampung (BPJN) Lampung telah memetakan 39 titik atau ruas jalan nasional yang rawan terjadi longsor menjelang periode mudik Lebaran 2025.

"Kami sudah melakukan persiapan menjelang periode mudik Lebaran 2025, salah satunya dengan memetakan ruas jalan yang menjadi kewenangan kami yang rawan terjadi longsor," ujar Susan Novelia.

Ia mengatakan bahwa pemetaan ruas jalan rawan longsor tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan nasional selama periode mudik Lebaran 2025.

"Inventaris titik rawan longsor ada di ruas Simpang Tanjung Karang-Kilometer 10 rawat terjadi longsor lereng dan bahu, dua titik rawan longsor di ruas Balimbing Kota Agung Timur sebab lokasi banyak jalan tebing," katanya.

Kemudian ada 18 titik rawan longsor pada ruas jalan Kota Agung-Bengkunat sebab banyak tebing dan jurang alami di bagian kanan kiri badan jalan.

"Lalu ada dua titik di ruas jalan Lintas Barat dengan kondisi jalan di kiri kanan bertebing, kemudian ada tiga titik di ruas jalan Lemong Lintas Barat, ruas jalan Lintas Barat Ruas Kota Liwa- Simpang Gunung Kemala ada lima titik rawan longsor," ucap dia.

Susan melanjutkan bahwa titik rawan longsor juga ada di Lintas Barat Ruas Karya Penggawa, di ruas jalan Krui-Liwa Way Krui ada dua titik rawan longsor.

"Kemudian ruas jalan Krui-Liwa Balik Bukit ada dua titik longsor, ruas jalan Padang Tambak-Batas Kota Liwa, dan dua lokasi longsor karena kontur jalan berlereng di Bukit Kemuning," imbuhnya.

Sedangkan ruas jalan nasional yang rawan mengalami banjir ada di batas Kabupaten Lampung Tengah-Batas Kabupaten Lampung Timur, Simpang Tanjung Karang-Kilometer 10 ada dua titik rawan banjir.

"Kemudian di Pringsewu karena drainase tertutup, dan jalan di daerah Rajabasa Bandar Lampung karena ada boks culvert (gorong-gorong) daerah Nyunyai," ujar dia. (ANTARA)

Load More