SuaraLampung.id - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung menangani 11 kasus tindak pidana korupsi (Tipidkor) sepanjang tahun 2024.
Kapolda Lampung, Irjen Helmy Santika mengatakan, 11 kasus Tipidkor yang ditangani Ditreskrimsus berhasil diselesaikan.
"Kasus korupsi yang ditangani Ditreskrimsus di tahun 2024 menurun satu kasus dibanding tahun 2023 ada 12 kasus," kata Helmy Santika dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com, Kamis (2/1/2025).
Dalam penanganan kasus korupsi, Ditreskrimum Polda Lampung selalu bekerjasama dengan tim auditor dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Lampung, untuk menghitung dan menentukan kerugian negara dari setiap kasus yang ditangani.
"Dari 11 kasus yang ditangani, nilai kerugian negara mencapai Rp709.553.678 atau Rp709,5 juta, dengan potensi kerugian yang berhasil diselamatkan Rp439.545.490.786 atau Rp439,5 miliar," ujar Irjen Helmy Santika.
Dari 11 kasus tersebut, kasus yang sangat menonjol yang ditangani Ditreskrimsus Polda Lampung yakni kasus korupsi proyek strategis nasional yakni Bendungan Marga Tiga, Lampung Timur dengan empat orang ditetapkan tersangka.
Mereka yakni AR mantan kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Timur periode 2020-2022, yang merupakan ketua pelaksana pengadaan tanah untuk lokasi Bendungan Marga Tiga.
Selanjutnya AS mantan Kepala Desa Trimulyo dan Ilhamnuddin, yang berperan menjadi penitip tanam tumbuh di lokasi tersebut. Sedangkan satu tersangka lainnya adalah OT yang merupakan anggota satuan tugas (Satgas) proyek tersebut.
Dalam perkara tersebut, Polda Lampung berhasil menemukan kerugian negara senilai Rp43.333.580.873 atau Rp43,33 miliar. Kemudian Polda Lampung berhasil menyelamatkan kerugian negara senilai Rp9.542.224.932 atau Rp9,54 miliar.
Baca Juga: Modus Licik CS Bank Lampung Unit 2 Bobol Rekening Nasabah Pasif Terbongkar
Berita Terkait
-
Modus Licik CS Bank Lampung Unit 2 Bobol Rekening Nasabah Pasif Terbongkar
-
PNS Mendominasi Kasus Korupsi di Lampung, 15 Orang Divonis Tahun 2024
-
Laka Lantas di Lampung Turun 5,55 Persen di 2024, Korban Meninggal Jadi 653 Jiwa
-
Daftar Perwira Polda Lampung Terkena Mutasi Polri 2024
-
Gara-Gara Langgar Kode Etik, 14 Polisi di Lampung Dipecat di 2024
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Petaka Menu MBG di SDN 3 Kedaloman Tanggamus: Puluhan Anak Alami Muntah
-
2 Tahun Buron Usai Tembak Warga, Tamong Tewas Diterjang Peluru Polisi Akibat Melawan Pakai Celurit
-
Viral Dituding Bangun Kopdes di Tengah Hutan Jalur Trabas, Peratin di Lambar Buka Suara
-
Coba Tebas Polisi Pakai Laduk, Residivis 19 Tahun di Lampung Tengah Roboh Ditembus Timah Panas
-
Geger Karhutla Way Kambas Meluas, BPBD Buka Suara Soal Nasib Kandang Gajah