SuaraLampung.id - Bawaslu Bandar Lampung mencatat sejumlah faktor yang mungkin menyebabkan tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada serentak 2024 cukup rendah dengan capaian 52,03 persen.
Anggota Bawaslu Kota Bandar Lampung Hasanuddin Alam mengatakan salah satu faktornya adalah proses penyusunan daftar pemilih tetap (DPT) dan daftar pemilih tambahan (DPTb) mengalami dinamika yang kompleks.
"Kemudian, distribusi surat pemberitahuan memilih (formulir C) tidak maksimal, hanya 83,62 persen dari total pemilih DPT Pilkada Bandar Lampung 2024. Tentu hal ini berdampak pada rendahnya partisipasi pemilih, yang tercatat hanya 52,03 persen," kata dia.
Hasan mengatakan penyaluran surat pemberitahuan pemilih yang mengalami keterlambatan ini berdampak negatif pada partisipasi.
Baca Juga: 2 Titik Palang Pintu KA di Bandar Lampung Segera Diperbaiki
"Hal ini sangat memungkinkan pemilih tidak menerima informasi tepat waktu. Ketika distribusi tidak efektif, banyak pemilih yang tak mendapatkan informasi penting. Ini berdampak pada keputusan mereka untuk menggunakan hak pilih,” kata dia.
Ketua KPU Kota Bandar Lampung Arie Oktara mengatakan pemilih yang tidak menerima surat pemberitahuan memilih dapat menggunakan KTP elektronik untuk memberikan suara, asalkan mereka terdaftar dalam DPT.
"Kami bisa pastikan distribusi surat pemberitahuan memilih ke masyarakat lancar dari percetakan hingga ke pemilih sampai H-3 pemungutan suara. Kalau data kami surat pemberitahuan pemilih terdistribusi sebanyak 86 persen," kata dia.
Menurutnya, surat pemberitahuan memilih berfungsi sebagai alat untuk menginformasikan pemilih mengenai lokasi tempat pemungutan suara (TPS) dan waktu pemungutan suara.
"Tapi hak warga negara untuk memilih tidak tergantung pada penerimaan surat tersebut. Bila pun masyarakat tidak menerima surat tersebut mereka tetap bisa memilih sepanjang terdaftar di DPT, jadi memilih atau tidak warga itu hak mereka," kata dia.
Baca Juga: Tingkat Partisipasi Rendah, Banyak Pemilih Muda Bandar Lampung Cuek di Pilkada Serentak 2024
Arie Oktara mengatakan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab rendahnya tingkat partisipasi pemilih ini.
Berita Terkait
-
Rafael Struick Hilang Lagi, Bahkan Tak Diajak ke Skuad Cadangan Brisbane Roar
-
BKN Rilis Jadwal Penetapan NIP CPNS 2024, Catat Tanggal Selengkapnya
-
Bantah Dukung 02, Larissa Chou Tegas Tak Pernah Kampanyekan Paslon Mana Pun
-
Tutorial Top Up OVO Pakai LinkAja 2024
-
Hasto Klaim Dapatkan Intimidasi Sejak 2023: Makin Kuat Setelah Pilkada 2024
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Jalan Bandar Lampung Mulus Tapi Rentan Rusak? Menteri PU Ungkap Biang Keroknya
-
Arus Balik Memuncak! Polisi Terapkan Sistem Tunda di Pelabuhan Bakauheni
-
Novelis Ika Natassa Murka ke ASN Lampung Barat yang Menghina Dirinya
-
Ribuan Pemudik Mulai Padati Pelabuhan Bakauheni, Malam Ini Diprediksi Puncak Arus Balik 2025
-
Dari Mata Air Jadi Cuan, Kisah Sukses Desa Wunut Bangun Wisata Air Umbul Pelem