Wakos Reza Gautama
Kamis, 10 Oktober 2024 | 16:55 WIB
Seorang perempuan berinisial ES ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Pemangku Sidomulyo, Pekon Suka Negara, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, Selasa (9/10/2024). [Dok Polres Pesisir Barat]

SuaraLampung.id - Polres Pesisir Barat tengah menyelidiki kasus kematian seorang perempuan berinisial ES (26) warga Pemangku Sidomulyo Pekon Suka Negara, Kecamatan Ngambur.

ES diduga meninggal dunia dengan cara tidak wajar sebab hasil visum menyebut terdapat tanda kekerasan di tubuh korban. 

Selain itu kata Kapolres Pesisir Barat AKBP Alsyahendra, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan bercak darah di sekitar TKP. 

"Untuk memastikan penyebab kematian korban, dilakukan autopsi terhadap jenazah korban di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung," ujar Alsyahendra, Kamis (10/10/2024). 

Kematian korban ES pertama kali diketahui suaminya berinisial AS yang baru pulang dari Bengkulu habis mengantar kelapa sawit pada Selasa (9/10/2024). 

AS yang diantar rekannya tiba di rumah sekitar pukul 13.00 WIB dan menemukan istrinya sudah tidak bernyawa di dalam kamar.

"Kondisi korban cukup mengenaskan, dengan terdapat bekas kekerasan pada tubuh dan bercak darah di sekitar lokasi penemuan mayat," ujar Alsyahendra.

Berdasarkan hasil pemeriksaan visum luar yang dilakukan dr. Koko Saputra di Puskesmas Ngambur, terdapat bekas kekerasan pada tubuh korban yang mengindikasikan adanya tindakan kekerasan sebelum korban meninggal.

Polisi saat ini masih menyelidiki motif dan pelaku di balik kejadian tragis ini. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk keluarga dan tetangga korban, untuk mengungkap siapa yang terakhir kali berinteraksi dengan korban.

Baca Juga: Polisi Buru Identitas Mayat Gosong di Pringsewu, Warga Diminta Lapor Jika Kehilangan Keluarga

Alsyahendra mengatakan petugas sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk mengumpulkan bukti forensik yang dapat membantu mengungkap kejadian ini.

Kapolres Pesisir Barat mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi lebih jauh sebelum ada keterangan resmi.

"Kami akan bekerja semaksimal mungkin untuk segera menemukan pelaku dan motif di balik tindakan keji ini," ujar dia.

Load More