SuaraLampung.id - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Metro, Provinsi Lampung, menyebut realisasi belanja transfer daerah hingga Juni 2024 telah mencapai Rp2,51 triliun.
Untuk diketahui, mitra kerja KPPN Metro tidak hanya berada di Kota Metro, tapi juga di Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur.
"Sampai dengan 30 Juni 2024, untuk realisasi belanja transfer daerah di lingkungan KPPN Metro telah mencapai Rp2,51 triliun," ujar Kepala KPPN Metro Wawan Hermawan, Senin (15/7/2024).
Ia mengatakan, belanja transfer ke daerah yang sudah terealisasi sebesar Rp2,51 triliun itu terdiri dari dana bagi hasil berjumlah Rp41,81 miliar, dana alokasi umum Rp1,63 triliun.
Kemudian dana alokasi khusus fisik Rp26,87 miliar, dana alokasi khusus non fisik Rp453 miliar, dana desa Rp339 miliar, dan dana insentif fiskal Rp14,70 miliar.
Sedangkan realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp578 miliar yang terdiri dari belanja pegawai Rp298 miliar dari pagu sebesar Rp533,98 miliar atau persentasenya mencapai 55,93 persen, katanya.
Wawan melanjutkan, belanja barang Rp267 miliar atau sebesar 55,76 persen dari pagu Rp267,77 miliar, kemudian realisasi belanja modal yang tergolong masih rendah baru mencapai 37,84 persen yaitu sebesar Rp6,79 miliar dari pagu Rp17,95 miliar sedangkan belanja bantuan sosial Rp5,26 miliar dari pagu Rp9,18 miliar.
Adapun untuk realisasi secara keseluruhan belanja negara per 30 Juni 2024 bagi wilayah kerja KPPN Metro, sebesar Rp3,09 triliun yang terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp578 miliar dan belanja transfer ke daerah sebesar Rp2,51 triliun.
Realisasi belanja negara tersebut tercapai sebesar 51,8 persen dari anggaran belanja negara 2024 sebesar Rp5,96 triliun.
Menurut Wawan, untuk realisasi penerimaan dalam negeri yang dibukukan KPPN Metro sebesar Rp1,13 triliun yang terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1,09 triliun dan penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp46,50 miliar. Terjadi kenaikan pendapatan sebesar Rp25 miliar jika dibandingkan semester I 2023.
Baca Juga: Tiga Tahun Terakhir PAD Kota Metro Meningkat Pesat: Ini Sumber Utamanya
"Belanja pemerintah per jenis belanja sampai dengan semester I masih normal, kecuali belanja modal. Hal ini terjadi karena satuan kerja yang memiliki belanja modal banyak baru memulai proses lelang," katanya.
Wawan mengatakan, untuk belanja transfer ke daerah dan dana desa yang realisasinya masih rendah adalah penyaluran dana alokasi khusus fisik (DAK) yang baru mencapai 12,28 persen dari pagu yang tersedia. Hal ini disebabkan adanya keterlambatan petunjuk teknis terkait penyaluran DAK Fisik. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Tiga Tahun Terakhir PAD Kota Metro Meningkat Pesat: Ini Sumber Utamanya
-
Dijerat Pasal Berlapis, Pelaku Pembunuhan di Metro Masih Kritis di RS
-
TNI Gadungan di Metro Ditangkap, Ini Modusnya Perdaya IRT
-
Tragedi Berdarah di Metro: Anak Saksikan Ayah Kandung Tewas Ditusuk
-
Urus Paspor Makin Mudah! Imigrasi Hadir di MPP Kota Metro
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Transaksi Rp270 Juta, Nasabah BRI Infinite Prioritas Berkesempatan Raih GarudaMiles
-
Dobrak Stagnasi 5 Ton, Teknologi Tani Modern di Lampung Sukses Lipat Gandakan Panen Jadi 11 Ton/Ha
-
Modus Baru! Pura-pura Jogging Pagi, Residivis di Bandar Lampung Gasak Motor yang Lagi Dipanaskan
-
Sempat Unggah Status Medsos Saat Mancing, Kakek di Pringsewu Ditemukan Mengapung di Sungai
-
'Tokoh' Pesantren di Way Kanan Diciduk di Kaltim Usai Bertahun-tahun Cabuli Santriwati