Di momen Idul Adha, Juleha juga melayani permintaan dari masjid maupun mushalla untuk menyembelih hewan kurban. Pada momen ini harapannya ke depan masjid-masjid memiliki minimal satu juru sembelih halal dan lebih baiknya mereka juga ikut sertifikasi kompetensi.
Kehalalan produk menjadi hal yang sangat krusial bagi masyarakat Muslim. Sebelumnya produk berbahan dasar daging yang beredar hanya perlu melewati pemeriksaan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Ketika sebuah produk, baik daging maupun bukan, tidak mengandung bahan yang haram dan zat berbahaya, sudah bisa dilabeli halal.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Lampung Puji Raharjo menekankan bahwa untuk produk daging yang akan beredar ke masyarakat saat ini harus memiliki sertifikat halal.
Oleh karena itu, Kemang mendorong RPH maupun RPU di Lampung agar memiliki sertifikat halal dan mempunyai juru sembelih yang telah bersertifikasi kompetensi, sehingga produk-produk yang dikeluarkan terjamin kehalalannya.
RPH-RPU, paling lambat Oktober 2024, harus memiliki juleha guna mendukung sertifikat halal di lokasi usahanya.
RPH dan RPU penting memiliki juleha karena hal itu menjadi gerbang pangan halal yang mampu menghasilkan makanan berasal dari hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Sebab, apabila seseorang menyembelih hewan dengan asal potong dan tidak sesuai syariat Islam, maka hewan yang disembelih menjadi haram dan tak layak dikonsumsi oleh seorang Muslim.
Karena itu, Kemenag dan pihak-pihak terkait terus melakukan sosialisasi guna meningkatkan pengetahuan tentang tata cara sembelih hewan yang menjadi hulu untuk panganan halal di masyarakat.
Bahkan, pada momen Idul Adha, masjid dan mushalla telah diimbau memakai juleha dalam melaksanakan penyembelihan hewan kurban untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan juga menjamin daging hasil sembelihan halal dan layak konsumsi.
Selaras dengan pernyataan salah satu warga Muslim, Susatno, yang berdomisili di Rajabasa, Bandarlampung, sangat penting memastikan kehalalan produk daging yang dikonsumsi.
Baca Juga: Pasar Natar Lampung Selatan Akan Jadi Pasar Modern, Diresmikan September 2024
Guna memastikan daging yang dibelinya mengandung aspek ASUH, ia selalu berlangganan kepada pedagang yang sudah mengetahui sumber pasokan barang serta memahami bahwa produk yang dijualnya telah memenuhi kaidah halal.
Karena itu, semakin banyak penjual daging yang teredukasi untuk menghadirkan produk berlabel halal, termasuk proses penyembelihan yang sesuai syariat, akan lebih baik karena hal itu penting bagi umat Islam.
Melalui sosialisasi yang masif dan pelatihan sertifikasi kompetensi juleha yang dilaksanakan secara berkala diharapkan akan banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya juru sembelih yang sesuai dengan kaidah halal.
Hal ini akan mampu memberikan jaminan kepada masyarakat Muslim bahwa produk daging yang dikonsumsi telah melalui proses pemotongan sesuai syariat Islam, sehingga tidak ada satu golongan pun yang merasa dirugikan. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Pasar Natar Lampung Selatan Akan Jadi Pasar Modern, Diresmikan September 2024
-
Bawaslu Lampung Siap Perangi Politik Uang di Pilkada 2024, Bansos Jadi Sorotan!
-
Idul Adha 1445 H: Bandar Lampung Sembelih 5.331 Ekor Hewan Kurban
-
Usai Disembelih, Sapi Kurban Jokowi di Lampung Jalani Pemeriksaan Ketat
-
Begal Motor Resahkan Warga Lampung Timur, Salah Satunya Karyawan PGN?
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Program Umrah Jadi Sorotan BPK, Pemkot Bandar Lampung Janji Perbaiki Tata Kelola
-
Niat Jual Motor di Facebook, Warga Bandar Lampung Malah Apes: Scoopy Rp22 Juta Melayang
-
Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA
-
BRI Peduli Dorong UMKM Desa Brilian Naik Kelas di Momentum Hari UMKM Nasional
-
Maut di Ujung Penolakan: Saat Ajakan Rujuk Berujung Penembakan Mantan Istri di Mesuji