SuaraLampung.id - Masyarakat Pulau Tabuan, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, berharap kehadiran menara base transceiver station (BTS) seluler untuk mengatasi blank spot.
Kepala Pekon Sawang Balak, Pulau Tabuan, Adi Munawar, mengatakan ketiadaan jaringan seluler atau blank spot membuat warganya semakin tertinggal.
"Kami masyarakat Pekon Sawang Balak, Pulau Tabuan, sudahlah terpencil, terluar, dan terisolir pula. Selama ini kami belum tersentuh jaringan telekomunikasi seluler. Semua itu membuat kami semakin jauh tertinggal dari pekon yang lain. Padahal potensi ekonomi, SDA, dan SDM kami ada," ujar Adi Munawar dikutip dari Lampungpro--jaringan Suara.com.
Salah seorang warga Pulau Tabuan yang saat ini bekerja di Arab Saudi, Jamakyah, mengungkapkan banyak warga Pulau Tabuan yang merantau, termasuk menjadi pekerja migran di negeri orang.
Keinginan mereka Jamakyah dan warga Pulau Tabuan di perantauan adalah bisa berkomunikasi lancar tanpa kendala dengan sanak saudara di kampung halaman.
"Bisa telepon dan video call dengan keluarga di kampung halaman lancar dan tanpa batas dapat mengurangi beban di hati kami. Akan membuat kami lebih fokus bekerja dan mencari uang," kata Jamakyah.
Sementara itu, salah satu anggota DPRD Tanggamus, Parid, mengatakan bahwa dia terus mendorong Pemerintah Kabupaten Tanggamus lebih serius mengentaskan area blank spot di Tanggamus. Terlebih untuk masyarakat Pulau Tabuan.
Lebih lanjut menurutnya, pengentasan daerah blank spot jaringan seluler sebenarnya masuk visi misi Bupati Tanggamus 2018-2023 Hj. Dewi Handajani. Bahkan pada 2021 ada info akan ada realisasinya. Tapi sampai habis masa jabatannya, Pulau Tabuan tetap tak tersentuh jaringan seluler.
"Dalam visi misi Bupati Tanggamus 2018-2023 ada 55 Program Asik, salah satunya mengentaskan daerah yang belum tersentuh sinyal seluler. Tapi sangat disayangkan sampai habis masa jabatan Beliau. Nyatanya Pulau Tabuan, Pekon Sawang Balak dan Suka Banjar juga belum tersentuh. Kepada Pj Bupati Tanggamus saat ini, semoga harapan masyarakat Pulau Tabuan dapat diwujudkan," kata Parid.
Berita Terkait
-
Tanggamus Diguncang Gempa M 5,4 Senin Dini Hari
-
Lihat Anak Temannya Mandi, Pria di Tanggamus Keluarkan HP Lalu Asyik Merekam
-
Menipu Teman Sendiri, Pria di Tanggamus Habiskan Uang untuk Judi Slot
-
Heboh Warga Pekon Doh Tanggamus Melihat Harimau di Ladang Jagung
-
Asyik Mandi di Sungai Way Rilau, Pria Ini Tiba-tiba Diserang Buaya
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Dari Loloskan Adik Ipar hingga Guyuran Duit ke Dewan: Borok Korupsi Arinal Djunaidi
-
Perluas Inklusi Keuangan, BRI Siap Buka Akses Rekening Bagi Masyarakat
-
BRI Multiguna Pre-Approved: Cek Penawaran dan Ajukan via BRImo
-
Armada Ditpolairud Polda Lampung Diterjunkan Lacak 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
-
SAR Lampung Terjunkan 17 Personel Bantu Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda