SuaraLampung.id - Pasangan suami istri (pasutri) berinisial RK (31) dan DN (32) ditangkap aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung.
Polisi menangkap pasutri asal Lampung Selatan ini karena melakukan pembobolan ATM dengan cara mengganjal mesin ATM menggunakan tusuk gigi.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, AKBP Hamid Andri Soemantri mengatakan, keduanya tercatat sudah tujuh kali beraksi di wilayah Bandar Lampung.
Pasutri ini terakhir kali beraksi pada 24 Desember 2023 di mesin atm SPBU Sultan Agung Bandar Lampung. Korbannya adalah pensiunan dosen yang pernah menjabat Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unila bernama Mardi Syahperi (65).
Menurut Hamid, saat itu, korban berniat mengambil uang di mesin ATM. Namun korban kesulitan mengambil uang karena kartu ATM-nya tersangkut. Ini terjadi karena mesin ATM diganjal menggunakan tusuk gigi.
Kedua pelaku yang sudah memantau lalu menawarkan jasa berpura-pura membantu ke korban. Lalu pelaku mengganti ATM lain dan berhasil mendapatkan nomor PIN korban. Korban mengalami kerugian Rp122,5 juta.
saat itu, korban berniat mengambil uang di mesin ATM, namun ternyata diganjal memakai tusuk gigi. Korban lalu melapor ke Polresta Bandar Lampung," kata AKBP Hamid Andri Soemantri saat ekspos di Mapolda Lampung, Jumat (19/1/2024) dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com.
Dari laporan itu, polisi langsung bergerak bersama melakukan penyelidikan hasilnya pelaku dapat tertangkap pada 18 Januari 2024 hendak beraksi lagi di wilayah Kecamatan Purwakarta, Cilegon, Banten
"Dari hasil penangkapan setelah diperiksa mendalam oleh penyidik, ada tujuh lokasi di Bandar Lampung yang menjadi sasaran mereka. Modusnya dengan memasukkan sebatang tusuk gigi ke tempat masuk ATM," ujar Hamid Andri Soemantri.
Baca Juga: Pasutri di Tulang Bawang Barat Ditangkap Polisi Usai Pukuli Anak Pakai Sapu
Hingga kini, polisi masih melakukan pengembangan terkait dugaan lokasi dan pelaku lainnya inisial H yang juga terlibat. Dalam aksinya, mereka ini mempunyai peranan berbeda-beda.
Untuk pelaku H yang masih buron, berperan menunggu RK dan DN di sepeda motor, bahkan sering juga ikut menawarkan jasa apabila ada kesalahan di dalam ATM. Sementara untuk RK dan DN berperan mengganjal mesin ATM menggunakan tusuk gigi.
Selama beraksi, para pelaku mengaku mendapatkan keuntungan hingga ratusan juta. Kemudian uang tersebut digunakan hanya untuk berfoya-foya hingga membeli narkoba.
Berita Terkait
-
Pasutri di Tulang Bawang Barat Ditangkap Polisi Usai Pukuli Anak Pakai Sapu
-
Jadi Tersangka Kasus Pengiriman 13 Kg Sabu, Sopir Travel Praperadilankan Polda Lampung
-
17 Anggota Polda Lampung Dipecat Selama 2023, Ini Penyebabnya
-
Polda Lampung Sita Ratusan Kilogram Sabu Selama 2023, Nilainya Mencapai Rp 642 Miliar
-
Daftar Pejabat Polda Lampung yang Dimutasi Kapolri
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ
-
Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan
-
Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308
-
Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah
-
Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik