SuaraLampung.id - Realisasi belanja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di Provinsi Lampung mencapai 70,39 persen sampai September 2023.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung Mohammad Dody Fachrudin menuturkan, nilai belanja APBN di Lampung sampai September 2023 sebesar Rp22 triliun dari pagu.
Dilihat dari sisi belanja pemerintah pusat (BPP), menurut Dody, telah terealisasi sebesar Rp6,2 miliar atau 60 persen dari pagu dan mengalami percepatan sebesar 15,92 persen dari tahun per tahun.
Rincian realisasi belanja pemerintah pusat yaitu pembayaran belanja gaji dan tunjangan sebesar Rp2,3 miliar, belanja barang operasional, non operasional dan persediaan sebanyak Rp1,2 miliar.
Ada juga untuk belanja modal jalan, irigasi, dan jaringan sebesar Rp418,19 miliar, selanjutnya belanja barang untuk diserahkan ke masyarakat atau pemerintah daerah sebesar Rp401,34 miliar, dan belanja pemeliharaan Rp333 miliar.
Dari sisi transfer ke daerah telah terealisasi sebesar Rp15 miliar atau memiliki persentase 75,53 persen dari pagu, dana bagi hasil (DBH) terealisasi Rp337 miliar, dana alokasi umum sebesar Rp10 miliar.
Lalu, dana alokasi khusus fisik sebesar Rp608 miliar, dana alokasi khusus nonfisik Rp3,1 miliar, dana insentif fiskal sebesar Rp68,08 miliar, dana desa terealisasi Rp1,6 miliar.
"Untuk realisasi dari sisi pendapatan APBN hingga akhir September lalu sudah sebesar Rp7,5 miliar atau mencapai 79,82 persen," katanya.
Dilihat dari sisi penerimaan pajak, Dody mengatakan, mayoritas penerimaan per jenis pajak masih tumbuh positif, dimana realisasi penerimaan pajak sebesar Rp5,7 miliar.
Baca Juga: UMP Lampung 2024 Naik hingga 4 Persen, Masih Jauh dari Harapan Buruh
Pertumbuhan positif ini didominasi sektor industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 30,10 persen dari total penerimaan pajak.
Adapun untuk faktor yang mendorong peningkatan setoran itu kata Dody ada di industri pangan, industri karet, dan barang dari karet serta plastik.
Menurut dia, untuk penerimaan kepabeanan dan cukai telah mencapai Rp755 miliar hingga akhir September.
Realisasi bea masuk sebesar Rp286 miliar yang dipengaruhi kenaikan importasi beras, realisasi cukai Rp1,33 miliar dipengaruhi oleh denda administrasi cukai dengan berlakukan Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK 237/PMK.04/2022.
"Sedangkan untuk realisasi bea keluar sebesar Rp467 miliar ada kontraksi 65,94 persen akibat harga CPO yang termoderasi di pasar global. Dan untuk penerimaan negara bukan pajak realisasinya sebesar Rp1,1 miliar," kata dia. (ANTARA)
Berita Terkait
-
UMP Lampung 2024 Naik hingga 4 Persen, Masih Jauh dari Harapan Buruh
-
Desa Perbatasan di Lampung Jadi Perhatian Bawaslu, Antisipasi Pemilih Ganda
-
25 Nama Bacalon Kepala Daerah Asal Lampung dari Partai Golkar, Ada Arinal Djunaidi dan Rycko Menoza
-
Bentuk Tim Pengawas ASN Pemilu 2024, Pemkot Bandar Lampung: Hati-hati Like Postingan di Medsos
-
Viral Wisudawan Bentang Poster Ungkap Kejanggalan Pembunuhan Ayahnya, Polda Lampung Klarifikasi
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal
-
Terkuak Skenario Berdarah Pembunuhan di Sekampung: Korban Ditikam 29 Kali Demi Menguasai Xpander
-
Fotografer di Lampung Timur Dibantai: Pelaku Diciduk di Bakauheni
-
Niat Siapkan Lahan Tanam Padi, Petani 80 Tahun di Lampung Utara Tewas Terjebak Kobaran Api
-
Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru