SuaraLampung.id - Sebanyak 30 pelajar yang terlibat tawuran didampingi orang tuanya diberi penyuluhan di Markas Polda Lampung, Senin (13/11/2023).
Direktur Pembina Masyarakat Polda Lampung Kombes Anang Triarsoni mengatakan, para pelajar yang mengikuti penyuluhan ini baru saja diamankan karena terlibat tawuran di Jati Agung, Lampung Selatan, Senin (13/11/2023) dini hari.
Petugas lalu memanggil orang tua para pelajar beserta pihak sekolah lalu diberikan penyuluhan mengenai pentingnya peran orang tua dan guru dalam mencegah aksi tawuran.
"Dalam penyuluhan ini berisi tentang sosialisasi pentingnya peran orang tua dan guru serta akibat hukum dari perilaku yang ditimbulkan sangat berbahaya bagi pelaku dan masyarakat sekitar," kata dia.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi mengatakan kegiatan ini bertujuan memberi pencerahan sekaligus pengetahuan kepada para pelajar mengenai akibat hukum yang ditimbulkan dari kasus tawuran.
"Khusus bagi orang tua, kami harap agar lebih mengontrol pergaulan anaknya di luar rumah karena anak adalah harapan bangsa di masa depan," kata dia.
Kombes Umi berharap adanya penyuluhan ini bisa memberikan efek jera terhadap terduga pelaku dan menjadi pelajaran untuk pelajar lainnya agar tidak mengulangi perilaku yang tidak terpuji ini.
"Untuk para orang tua di luar sana agar lebih mengawasi anak-anaknya untuk bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Sebelumnya tawuran pelajar pecah di Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan, Senin (13/11/2023) dini hari. Sebanyak 30 pelajar ditangkap usai terlibat tawuran.
Baca Juga: Diperkosa Tetangga, Siswi SMP di Lampung Selatan Hamil 6 Bulan
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadillah Astutik mengatakan, para pelajar yang terlibat tawuran berasal dari Jati Agung dan Bandar Lampung.
Umi menerangkan, awalnya petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung sedang patroli mendapat laporan adanya sekelompok remaja membawa senjata tajam hendak tawuran.
Personel Ditreskrimum Polda Lampung segera menuju lokasi. Sampai di sana, polisi menemukan 30 remaja yang kemudian dibawa ke Markas Polda Lampung.
Dari hasil pemeriksaan, 10 remaja dinyatakan sebagai pelaku tawuran dan membawa senjata tajam. Sedangkan 20 lainnya tidak melakukan tawuran dan tidak membawa senjata tajam.
Setelah melalui tes urine, semua tidak terindikasi mengonsumsi narkoba. Sebanyak 20 remaja ini dikembalikan kepada orang tuanya dan dilakukan pembinaan di rumah.
Dari 10 tersangka ini mempunyai peran masing masing. Sembilan membawa sajam berupa celurit dengan inisial MR, AF, DK, RA, MG, NV, RP, RN, dan AA. Senjata tajam ini dirakit sendiri oleh para pelaku menggunakan gerinda.
Berita Terkait
-
Diperkosa Tetangga, Siswi SMP di Lampung Selatan Hamil 6 Bulan
-
Cari Ketenaran, Tawuran Pelajar di Jati Agung Disiarkan Live di Instagram
-
Gara-gara Tangani 2 Kasus Tanah Ini, Polda Lampung Diganjar Penghargaan dari Menteri ATR/BPN
-
Jelang Pemilu 2024, Polda Lampung Rutin Cek Gudang Logistik Pemilu 2024
-
Cegah Tawuran, Forum OSIS SMK Bandar Lampung Dibentuk
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Niat Beli Motor Lewat Facebook, Pemuda di Way Kanan Malah Ditodong Senjata Api
-
Modal Sapu dan Hanger, Pelarian 10 Bulan Otak Pembobol Rumah di Bandar Lampung Berakhir
-
Mahar Rp126 Ribu di Balik Jeruji: Kisah Haru Akad Nikah Tahanan Narkoba di Polres Pringsewu
-
Tak Terima Ditagih Utang, Kakak Beradik di Pringsewu Kompak Aniaya Korban
-
Ironi Oknum ASN di Tanggamus: Nekat Curi Jalak Suren Pakai Bambu 10 Meter Demi Nyabu