SuaraLampung.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengundang ratusan ulama dari seluruh dunia untuk menghadiri Muktamar Fikih Peradaban sebagai rangkaian perayaan Satu Abad NU.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan Muktamar Fikih Peradaban rencananya dilangsungkan pada 5-6 Februari 2023.
Acara ini tepat sehari sebelum puncak perayaan Satu Abad NU yang digelar 16 Rajab 1444 Hijriah atau 7 Februari 2023.
"Kami menggelar apa yang kami sebut sebagai Muktamar Internasional Fikih Peradaban, ini akan jadi pertemuan ulama-ulama sedunia," kata kiai yang akrab disapa Gus Yahya itu di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/9/2022).
Gus Yahya menyatakan sedikitnya 300 ulama dari seluruh dunia bakal diundang untuk menghadiri Muktamar Fikih Peradaban.
Selain menghadiri muktamar tersebut, para ulama peserta juga bakal diajak PBNU untuk turut menghadiri resepsi akbar peringatan Satu Abad NU yang akan diselenggarakan di Komplek Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.
Sebagai rangkaian panjang menuju Muktamar Fikih Peradaban, PBNU juga melakukan halaqah atau diskusi keagamaan Islam melibatkan para kiai dan nyai beserta pengurus maupun intelektual NU di 250 daerah sepanjang Agustus 2022 hingga Januari 2023.
Menurut Ketua Pelaksana Halaqah Fikih Peradaban PBNU Ulil Abshar Abdalla rangkaian halaqah di 250 daerah tersebut menjadi upaya NU berkontribusi bagi Indonesia dan dunia yang lebih beradab.
"Lebih dari 12.500 kiai dan ibu nyai akan terlibat dalam Seri Halaqah Fikih Peradaban, yang bertujuan untuk memulai kembali diskusi dan perbincangan mengenai Fikih Siyasah, sebagai warisan intelektual yang tertuang dalam kitab-kitab klasik," kata Ulil di Yogyakarta, 11 Agustus 2022.
Baca Juga: Alasan Permainan Capit Boneka atau Claw Machine Haram: Ada Unsur Judi
Gus Yahya menambahkan bahwa muktamar tersebut menjadi salah satu rangkaian acara menuju peringatan Satu Abad NU yang juga diwarnai sejumlah klaster kegiatan seperti NU Women, NU Technology, dan kegiatan seni tradisional Islam Nusantara.
Dalam waktu dekat, PBNU juga menyelenggarakan forum pemimpin agama Religion 20 (R20) yang sengaja digelar beriringan dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.
Gus Yahya beserta jajaran PBNU pada Kamis mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta guna menyampaikan undangan secara langsung kepada Presiden Joko Widodo untuk menghadiri dan membuka forum R20 yang digelar 2-3 November 2022 di Nusa Dua, Bali. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Alasan Permainan Capit Boneka atau Claw Machine Haram: Ada Unsur Judi
-
Usaha NU Cegah Kekerasan Santri di Ponpes Tak Terulang Lagi
-
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Dukung KPK Terapkan Pembuktian Terbalik Kasus Korupsi
-
Viral Video! Sosok Berpengaruh Sebut Rakyat Dibohongi, Bocorkan Keberadaan Ferdy Sambo Saat Ini hingga Peringatkan Pilih Presiden
-
Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra Meninggal, MUI Sebut Indonesia Kehilangan Ilmuan Kelas Dunia
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Penyelundupan 670 Burung Liar Digagalkan di Pelabuhan Bakauheni
-
35 Adegan Maut: Terungkap Detik-Detik Tragis Mantan TKW di Lampung Utara Dihabisi Tetangga
-
Tiga Hari Hilang Tanpa Jejak, Gadis 14 Tahun di Lampung Tengah Ditemukan di Rumah Kontrakan
-
Tembus Rp232 Miliar! Pajak Kendaraan Jadi Mesin Utama Pembangunan Bandar Lampung
-
Miliaran Rupiah KUR Justru Mengalir Deras ke Desa-Desa di Lampung