SuaraLampung.id - Diagnosis autisme dapat dimulai sejak anak berusia setahun, bukan tiga tahun seperti pendapat sebagian orang.
Hal ini diungkapkan Dokter spesialis anak konsultan neurologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Hardiono D. Pusponegoro, Sp.A(K).
Demi menegakkan diagnosis, tahapan yang perlu dilalui anak yakni menjalani skrining perkembangan anak normal atau nipissing.
"Jadi kalau ke dokter harus minta diskrining perkembangan anak. Dokter bisa melakukannya. Dengan skrining biasa sudah tertangkap yang aneh-aneh," ujar dia dalam sebuah webinar tentang autisme, Kamis (8/9/2022).
Dokter bisa menggunakan ESAT (Early Screening Autistic Trait) pada anak berusia sekitar satu tahun untuk mencari kecurigaan terhadap gejala ASD atau autism spectrum disorder, sementara pada anak berusia 18-30 bulan bisa menggunakan M-CHAT.
Menurut Prof Hardiono, gejala autisme sudah mulai terlihat sejak usia anak kurang dari satu tahun atau bisa juga anak semula normal tetapi tiba-tiba pada usia 1-1,5 tahun berubah menjadi diam dan cuek.
Mengenai gejalanya, dapat meliputi gangguan komunikasi dan interaksi sosial yang ditandai mimik datar atau anak sering tidak bereaksi, kontak mata kurang, cuek, tidak bermain dengan anak lain, tidak berbagi, tidak ada respon emosi timbal balik dan tidak ada pretend play atau bermain pura-pura.
Gangguan komunikasi verbal dan nonverbal meliputi anak tidak bicara, bicara terlambat, aneh dan sulit dimengerti, kemudian ekolalia yakni mengulang kata-kata.
Anak juga mengalami gangguan memulai dan memelihara interaksi sosial yang ditandai dengan dia tidak memulai interaksi, menjawab sekadarnya dan tidak bisa berinteraksi untuk waktu yang lama.
Baca Juga: Saat Paling Menyedihkan Pangeran Charles Setelah Ratu Elizabeth Meninggal Dunia
Minat anak dengan autisme biasanya terbatas dan terfokus pada hal kecil seperti memutar roda, bereaksi berlebihan atau kurang terhadap rangsang sensoris, misalnya anak tutup telinga, jalannya jinjit, tak mau disentuh dan hiper atau hiporeaktif.
Selain itu, orang tua juga harus mengenali sejumlah tanda bahaya atau red flags. Tanda ini antara lain anak berusia 12 bulan tidak melakukan babbling atau ocehan yang tersusun dari suara dari huruf vokal dan konsonan, tidak menunjuk sesuatu yang jauh, tidak mengeluarkan kata-kata yang berarti pada umur dua tahun seperti "mama" dan "papa" dan tidak menoleh saat dipanggil namanya dari belakang atau samping pada usia 6 bulan.
"(Anak tidak menoleh saat dipanggil) ini periksa ke dokter bisa dia gangguan pendengaran atau mulai ada gejala autis," tutur Prof Hardiono.
Dia menambahkan, bila anak sudah menunjukkan gejala walau belum bisa didiagnosis sebagai autis harus segera mendapatkan terapi karena terapinya akan berlangsung lebih mudah dan hasilnya jauh lebih bagus. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Saat Paling Menyedihkan Pangeran Charles Setelah Ratu Elizabeth Meninggal Dunia
-
6 Tips Mengatasi Kakak Beradik Sering Bertengkar
-
Dianiaya Ibu Kandung Sendiri, Nasib Pilu Balita di Lampung Utara: Pihak Keluarga Tidak Ada yang Mau Mengurus
-
Vokalis Maroon 5 Adam Levine Siap Sambut Anak Ketiga
-
Dear Anak Gunung, Ini Tips Pilih Sepatu dan Sandal Outdoor yang Nyaman dan Awet!
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Nekat Kirim Video Syur ke Keluarga Mantan Pacar, Pemuda di Tubaba Diciduk Polisi
-
Diduga Microsleep hingga Bus Terbalik Tewaskan 3 Penumpang di Mesuji, Sopir Malah Kabur
-
Peras Perangkat Desa Jutaan Rupiah Pakai Dalih Hapus Berita, Kedok 2 Wartawan Bodong Terbongkar
-
Bikin Karyawati RS Tersungkur, Sejoli di Tulang Bawang Diringkus Saat Asyik Makan
-
Tukar Valas Makin Mudah, BRI Money Changer Hadir di Berbagai Titik Strategis