SuaraLampung.id - Tesla membatalkan rencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawannya.
Kepala Eksekutif Tesla Elon Musk mengatakan total jumlah karyawan untuk membuat kendaraan listrik akan meningkat selama 12 bulan ke depan, tetapi jumlah staf yang digaji harus sedikit berubah.
Hal tersebut menandai penarikan kembali pernyataan Musk pada dua hari sebelumnya yang mengatakan perlunya pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan Tesla sebesar 10 persen.
“Total jumlah karyawan akan meningkat, tetapi gaji harus cukup datar,” cuit Musk di Twitter dalam balasan ke akun yang tidak terverifikasi yang membuat “prediksi” bahwa jumlah karyawan Tesla akan meningkat selama 12 bulan ke depan.
Dikutip dari Reuters, Senin, sebelumnya Musk mengatakan dirinya memiliki "perasaan yang sangat buruk" tentang ekonomi Amerika Serikat dan perlu mengurangi pekerja sekitar 10 persen. Hal itu ia sampaikan dalam surat elektronik (email) kepada eksekutif Tesla pada Kamis (2/6/2022).
Dalam surel lain kepada karyawan pada Jumat (3/6/2022), sebelumnya Musk mengatakan Tesla akan mengurangi jumlah pegawai yang digaji sebesar 10 persen dengan alasan karena "kelebihan staf di banyak bidang", tapi “jumlah pegawai per jam akan meningkat”. Pada Jumat, saham Tesla kemudian merosot 9,2 persen karena berita tersebut.
Menurut pengajuan peraturan Tesla AS, perusahaan dan anak perusahaannya memiliki hampir 100.000 karyawan pada akhir 2021.
Musk juga dalam surel kepada karyawan Tesla pada Rabu (1/6/2022) mengeluarkan ultimatum untuk kembali bekerja dari kantor minimal 40 jam seminggu. Jika kurang dari ketentuan, maka akan dianggap sebagai pengunduran diri. (ANTARA)
Baca Juga: Berapa Harga Mobil Tesla yang Ada di Indonesia? Simak Rinciannya
Tag
Berita Terkait
-
Berapa Harga Mobil Tesla yang Ada di Indonesia? Simak Rinciannya
-
Elon Musk Akan Pecat 10 Persen Karyawan Tesla, Ini Alasannya
-
Perasaannya Lagi Buruk, Elon Musk Bakal Pecat 10 Persen Pegawai Tesla
-
NHTSA Lakukan Penyelidikan, Kini Tunggu Penjelasan Tesla Tentang Kendala Fitur Autopilot
-
Elon Musk Wajibkan WFO 40 Jam Seminggu, Segini Gaji Karyawan Tesla
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok
-
Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong