SuaraLampung.id - Amerika Serikat dan Rusia bertukar tahanan pada saat hubungan kedua negara mengalami keadaan paling tegang dalam beberapa dekade terakhir ini terkait perang di Ukraina.
Tahanan yang dipertukarkan adalah mantan marinir AS bernama Trevor Reed dan pilot Rusia Konstantin Yaroshenko.
Reed, yang berasal dari Texas, sedang berada dalam perjalanan untuk berkumpul kembali bersama keluarganya di Amerika Serikat, kata beberapa pejabat tinggi pemerintahan Presiden Joe Biden. Pria berusia 30 tahun itu disebutkan "merasa senang."
"Hari ini, kita menyambut kepulangan Trevor Reed dan merayakan momen bisa kembali berkumpul dengan keluarga yang sangat merindukannya," kata Presiden Biden melalui pernyataan.
"Negosiasi yang memungkinkan kami membawa pulang Trevor membutuhkan keputusan sulit yang saya perlakukan dengan serius," kata Biden, menambahkan.
Ketika kemudian pada Rabu ditanya bagaimana ia bisa mengangkat masalah penahanan Reed itu, padahal sedang ada ketegangan dengan Rusia menyangkut Ukraina, Biden menjawab, "Saya sudah melakukannya. Saya mengangkat masalah ini tiga bulan lalu."
Pertukaran tahanan berlangsung di Turki dan AS menyampaikan terima kasih kepada sekutunya sesama negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) itu.
Sejumlah kantor berita Rusia melaporkan bahwa Yaroshenko kemudian diterbangkan dari Ankara, Turki, ke Sochi lalu ke Moskow.
Stasiun televisi utama Rusia, Rossiya1, menayangkan gambar Yaroshenko di landasan pacu sebuah bandara di Moskow. Di lokasi itu, ia disambut oleh isteri dan putrinya, yang tampak melompat-lompat kegirangan. Para pejabat AS mengatakan Biden telah meringankan hukuman bagi Yaroshenko.
Baca Juga: Rusia Tak Main-main, Hentikan Distribusi Gas Alam Ke Dua Negara Barat, Uni Eropa: Ini Pemerasan!
Pilot Rusia itu ditangkap pasukan khusus AS di Liberia pada 2010 dan dijatuhi hukuman karena dianggap bersekongkol menyelundupkan kokain ke AS. Rusia pada Juli 2019 mengajukan usul untuk mempertukarkan Yaroshenko dengan warga AS, siapa pun itu.
Biden dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan mereka sedang berupaya untuk juga membebaskan warga AS lainnya yang ditahan di Rusia, Paul Whelan. Sama seperti Reed, Whelan adalah seorang mantan marinir.
Sementara itu, video televisi negara Rusia yang ditayangkan di CNN memperlihatkan Reed dalam keadaan kurus dan mengenakan mantel berwarna gelap. Menurut media Pemerintah Rusia, gambar video itu diambil di sebuah bandara di Rusia.
"Sebagai orang tuanya, kami tahu bahwa dia tidak baik-baik saja," kata Paula Reed kepada CNN di luar kediamannya di Granbury, Texas.
Beberapa kantor berita Rusia melaporkan pada 4 April bahwa Reed telah mengakhiri aksi mogok makan dan sedang dirawat di fasilitas kesehatan di penjara tempatnya ditahan.
Lembaga pemasyarakatan Rusia mengatakan Reed mogok makan pada 28 Maret untuk memprotes tindakan disipliner terhadapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung