SuaraLampung.id - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan penanganan arus mudik Lebaran 2022 bisa dilakukan lebih responsif. "Kali ini kehadiran saya adalah untuk memastikan perencanaan dan persiapan dalam menghadapi mudik Lebaran," ujar Moeldoko, di Lampung Selatan, Rabu.
"Mudik kali ini bukan situasi biasa melainkan situasi luar biasa, jadi asas fleksibilitas dan responsif ini harus dilakukan. Semua harus disikapi dengan cepat demi kenyamanan kepada pemudik," katanya.
"Memang saat ini yang terlihat semua telah tertata dengan baik. Namun perlu juga diingat dengan sungguh-sungguh jangan sampai di tengah euforia mudik, masyarakat malah kecewa karena kita tidak bisa mengantisipasi pergerakan atau mobilitas orang ataupun barang pada mudik kali ini," ucapnya.
Dengan prediksi mobilitas hingga 85 juta orang dan 235 ribu kendaraan yang melintas pada periode mudik perlu menjadi atensi.
"Seperti laporan yang telah di terima di Lampung semua sudah siap dengan sistem gotong royong dan menekankan koordinasi, ini kita apresiasi adanya kesiapsiagaan itu," katanya lagi.
Penyeberangan Merak menuju Bakauheni merupakan salah satu jalur mudik padat yang melayani sekitar 3-5 persen dari total 85 juta pemudik.
Peningkatan tren jumlah penumpang dan kendaraan menuju pelabuhan Bakauheni telah terpantau sejak tanggal 17 April. Pada awal musim mudik 2022 ini, rata-rata jumlah pemudik di Pelabuhan Bakauheni mencapai 40.000 hari. Angka ini meningkat dari jumlah penumpang kapal laut rute Merak - Bakauheni yang normalnya hanya mencapai 12.000 hingga 15.000 per hari. (ANTARA)
Berita Terkait
-
H-6 Lebaran 2022, Terminal Mulyojati Metro Mulai Dipadati Pemudik
-
Mudik Aman, Tips bagi Pemudik Menyeberang Pelabuhan Merak-Bakauheni
-
Antisipasi Kepadatan Arus Mudik, Begini Skema Diterapkan di Tol Sumatera
-
Pantau Angkutan Pelabuhan Lebaran Merak - Bakauheni, Ini Kata Kemenhub
-
Jadwal Imsakiyah Kota Bandar Lampung Hari Ini, Rabu 27 April 2022
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Sabotase di Pesisir Kalianda: Saat Parang Mengincar Mangrove Pantai Aruna
-
Gerak-gerik Mencurigakan, 2 Pemuda Langsung Digeledah Warga Rajabasa: Hasilnya Mencengangkan!
-
Misi Gula Tanpa Impor: Siasat Rp1,7 Triliun Amran Sulaiman di Jantung Tebu Lampung
-
Eks Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Divonis 5 Tahun: Wajib Ganti Rp7,8 Miliar
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Dirut BRI Hery Gunardi Raih Penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka