Wakos Reza Gautama
Kamis, 03 Maret 2022 | 12:25 WIB
bentrokan masyarakat adat dengan satpam PT HIM di Tulang Bawang Barat, Rabu (2/3/2022). Bentrokan di PT HIM berujung saling lapor antara warga adat Lima Keturunan Bandar Dewa dan satpam PT HIM. [Lampungpro.co]

SuaraLampung.id - Bentrok di pintu masuk PT Huma Indah Mekar (HIM) berujung saling lapor antara  warga Adat Lima Keturunan Bandar Dewa dengan satpam PT HIM.

Baik warga Adat Lima Keturunan Bandar Dewa dan satpam PT HIM sama-sama membuat laporan polisi di Polres Tulang Bawang Barat

Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sunhot P Silalahi mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan warga Adat Lima Keturunan Bandar Dewa  dan satpam PT HIM.

Dia melanjutkan pihak PT HIM melalui petugas satpam juga membuat laporan terkait perusakan pos satpam perusahaan.

"PT HIM juga membuat laporan. Jadi keduanya saling lapor," kata dia, Kamis (3/3/2022) dikutip dari ANTARA.

Sunhot menambahkan pihaknya ke depan akan menindaklanjuti laporan keduanya tersebut.

Pihaknya akan memeriksa sejumlah saksi baik dari pihak warga Adat Lima Keturunan Bandar Dewa maupun pihak PT HIM.

"Langkah ke depan kami akan memeriksa saksi-saksi, barang bukti, dan lainnya," kata dia.

Pada bentrok tersebut, lanjut dia, hingga saat ini kondisi di lokasi telah kondusif dan berjalan dengan normal. Pihaknya juga hingga saat ini masih menempatkan sejumlah personel baik dari personel Brimob maupun personel polres untuk berjaga-jaga.

Baca Juga: Bentrokan di PT HIM, Kasat Intel Polres Tulang Bawang Barat Terluka Kena Lemparan Batu

"Sudah kondusif dan aman. Personel masih berjaga untuk mengantisipasi ke depannya," katanya.

Bentrokan pecah antara warga Adat Lima Keturunan Bandar Dewa dengan aparat keamanan dan satpam PT Huma Indah Mekar (HIM) di Tiyuh Penumangan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Rabu (2/3/2022).

Pecahnya bentrokan ini dikarenakan warga Adat Lima Keturunan Bandar Dewa mempertanyakan rekan mereka yang ditangkap aparat kepolisian beberapa hari sebelumnya. (ANTARA)

Load More