SuaraLampung.id - Bentrokan pecah antara warga Adat Lima Keturunan Bandar Dewa dengan aparat keamanan dan satpam PT Huma Indah Mekar (HIM) di Tiyuh Penumangan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Rabu (2/3/2022).
Pecahnya bentrokan ini dikarenakan warga Adat Lima Keturunan Bandar Dewa mempertanyakan rekan mereka yang ditangkap aparat kepolisian beberapa hari sebelumnya.
Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sunhot P Silalahi mengatakan, pihaknya menangkap satu warga Adat Lima Keturunan Bandar Dewa.
Penangkapan ini berdasarkan laporan adanya pengrusakan penebangan pohon karet milik PT Huma Indah Mekar (HIM) beberapa minggu lalu.
"Tanggal 7 Februari 2022 lalu, kami mendapatkan laporan bahwa adanya penebangan pohon karet PT HIM oleh masyarakat Adat Lima Keturunan Bandar Dewa. Saat ini kami sedang mintai keterangan terkait penebangan tersebut," katanya, Rabu (2/3/2022) malam.
Dia melanjutkan dengan diamankannya satu warga tersebut, kemudian terjadi bentrok antar warga dan satpam PT HIM pada Rabu tanggal 2 Maret 2022 sekitar Pukul 15.00 WIB.
"Mereka mempertanyakan rekannya yang sedang kita mintai keterangan atas pengrusakan itu," kata dia.
Sunhot menjelaskan, dalam bentrokan tersebut, terjadi beberapa orang yang mengalami luka di antaranya satu polisi akibat lemparan batu oleh warga di lokasi pintu masuk perkebunan PT HIM.
"Satu anggota saya Kasat Intel luka di bagian kepalanya akibat lemparan batu. Kemudian ada juga satpam dan pegawai dari PT HIM. Berdasarkan laporan ada juga satu warga yang mengalami luka," kata dia.
Baca Juga: Bentrok Warga Adat Lima Keturunan Bandar Dewa dengan Satpam PT HIM, Satu Orang Luka
Ia menambahkan hingga Rabu malam, peristiwa bentrok tersebut telah aman dan kondusif.
Namun, dirinya tetap menempatkan sejumlah personel di lokasi untuk berjaga agar tidak terjadinya bentrokan susulan.
Pada perkara pengrusakan pohon karet tersebut, pihaknya ke depan terus melakukan pemeriksaan dan saksi-saksi terkait adanya pengrusakan atau penebangan pohon karet milik PT HIM tersebut.
"Ke depan tetap kita proses dan kita periksa saksi-saksi sampai kita lakukan penahanan," katanya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Siap Tarung di Dunia Kerja: Disnaker Lampung Sebar Pelatihan Vokasi di 33 Titik Strategis
-
Miris! Anak di Way Kanan Dicabuli Selama Enam Tahun
-
Seni, Lari, dan Kuliner: Wajah Baru Pariwisata Lampung dengan Putaran Uang Rp53 Triliun
-
Sopir Truk Asal Balam Pura-Pura Dirampok Saat Tidur, Ternyata Uang Jalan Ludes di Meja Judol
-
7 Jam Anshori Djausal Diperiksa Kejati Lampung Terkair Alur Dana PT LEB