SuaraLampung.id - Kasus mantan polisi Randy Bagus Hari Sasongko yang memperkosa dan memaksa kekasihnya aborsi tidak berhenti di sidang kode etik kepolisian.
Kasus Randy Bagus Hari Sasongko juga diproses di pidana umum oleh Polda Jawa Timur.
Perkembangan perkara pidana umum kasus Randy Bagus Hari Sasongko berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Mojokerto.
"Kemarin sudah dilakukan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang hasilnya pemberhentian dengan tidak hormat. Kemudian dari hasil penanganan pidananya sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Mojokerto," ujar Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Gatot Repli Handoko di Mapolda Jatim di Surabaya, Rabu (2/2/2022).
Randy Bagus adalah pacar Novia Widyasari Rahayu, mahasiswi yang ditemukan tewas bunuh diri di pusara ayahnya di Desa Japan, Sooko, Mojokerto pada 2 Desember 2021.
Tentang pemecatan dari institusi, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, Randy dinyatakan secara jelas bersalah melanggar Pasal 7 ayat satu huruf b, dan Pasal 11 huruf c Perkap 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.
Saat ini, kata Kombes Gatot, Polda Jatim telah menyerahkan tersangka Randy kepada Kejaksaan Negeri Mojokerto untuk dilakukan proses selanjutnya.
"Penanganan KKEP dan pidana sudah kami laksanakan semua. Tinggal proses penuntutan di pidana umumnya," ucap dia.
Perwira menengah Polri dengan tiga melati di pundak tersebut juga menyatakan mengenai upacara pencopotan Randy dari institusi kepolisian masih perlu menunggu administrasi.
Baca Juga: Paksa NW Aborsi, Randy Bagus Terancam Hukuman Maksimal 5,6 Tahun Penjara
"Nantinya ada dewan terkait masalah anggota dan bisa dilihat update-nya seperti apa. Jika sudah selesai bisa dilakukan pencopotan," kata dia.
Atas perbuatannya, Randy dijerat Pasal 348 KUHP Jo. Pasal 55 KUHP tentang sengaja menggugurkan kandungan atau mematikan janin, yang ancaman hukumannya lima tahun penjara.
Diketahui, kasus ini mencuat setelah Novia Widyasari, mahasiswi Universitas Brawijaya ditemukan meninggal dunia dengan cara bunuh diri usai menenggak racun.
Novia meninggal dunia di atas pusara ayahnya di Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Setelah dilakukan penyelidikan, kasus bunuh diri Novia ini rupanya bermuara pada persoalan jalinan asmara dengan Bripda Randy yang merupakan anggota Polres Pasuruan. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
Pilihan
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
-
Jokowi Pamer Ijazah di Depan Mukanya, Roy Suryo Ketawa Ngakak
Terkini
-
Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok
-
Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong