SuaraLampung.id - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Menurut IDAI, PTM juga bisa diadakan di luar ruangan.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengatakan, PTM harus digelar dalam kondisi yang tepat.
"IDAI bukan anti-pembelajaran tatap muka (PTM). Tapi lebih baik dilakukan pada kondisi yang tepat," kata Piprim Basarah Yanuarso dalam siaran langsung bertajuk "PTM 100% Apa Dampaknya?" yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (6/1/2022) dikutip dari ANTARA.
Ia mengatakan meskipun vaksinasi COVID-19 sudah diberikan hingga anak-anak usia 6-11 tahun, nyatanya masih ada batita dan balita yang belum diperbolehkan menjalankan vaksinasi.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya penularan mengingat terdapat sejumlah PAUD yang mulai menjalankan pembelajaran.
Oleh karena itu, setiap satuan pendidikan dirasa membutuhkan kreativitas yang dapat membuat anak tidak harus terus terpaku duduk di dalam kelas dan mendengarkan guru. Tetapi melalui pemanfaatan ruang terbuka seperti aula ataupun lapangan sekolah untuk area belajar.
Menurut Piprim, baik orang tua maupun sekolah dapat menerapkan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada kegiatan tatap muka saat ini, baik melalui metode pembelajaran yang sinkron maupun asinkron, seperti melatih keterampilan anak melalui bermain dengan sabun bersama keluarga atau belajar dengan alat-alat di rumah.
Dia memaklumi bila terdapat orang tua dengan kondisi yang sibuk bekerja, sehingga lebih memilih mempercepat anaknya untuk masuk sekolah.
Namun, dengan orang tua membuat permainan yang menarik, anak mendapatkan pembelajaran yang lebih bagus dan cepat.
Baca Juga: Kasus Tetanus dan Difteri Muncul Lagi, IDAI Ingatkan Pentingnya Vaksinasi Rutin
Sekolah juga dapat memberikan pelajaran melalui pemanfaatan teknologi maupun merawat hewan untuk menimbulkan rasa cinta dan ketelitian anak dalam mengurus makhluk hidup.
"Di outdoor (luar ruangan) untuk anak kecil yang belum divaksin, bagaimana pembelajaran di outdoor kita bisa eksplorasi. Satu kotak rumputnya, ada berapa biji, ada hewan apa saja di situ, makanannya apa lalu bisa memikirkan ekosistem dan sebagainya," kata dia.
Ketua Satgas COVID-19 IDAI Yogi Prawira mengatakan kegiatan pembelajaran di Indonesia masih terpaku pada suatu paradigma yang menekankan pada belajar harus dilakukan dalam ruang tertutup dan berhadapan langsung dengan para guru.
Padahal, menurutnya, setiap sekolah dapat mencari cara yang lebih kreatif mengingat sudah dua tahun pembelajaran dilakukan secara daring.
Namun dalam hal ini, memang tergantung pada faktor risiko dari keluarga masing-masing siswa.
Ia berharap, sekolah dapat menciptakan beragam inovasi yang menarik untuk diberikan pada anak, tentunya dengan protokol kesehatan yang terus dijalankan, meski pandemi belum usai.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan
-
Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308
-
Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah
-
Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik
-
Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot