SuaraLampung.id - Mulai menyebarnya varian Omicron di beberapa negara membuat Indonesia harus waspada. Provinsi Lampung juga mulai menekankan pentingnya mencegah Omicron.
Menurut Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung untuk mencegah penyebaran Omicron harus tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.
"Tidak ada cara lain untuk mencegah adanya Omicron selain penerapan protokol kesehatan dengan ketat," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, Selasa (14/12/2021) dikutip dari ANTARA.
Ia menjelaskan bahwa sebagaimana varian virus corona yang lain, Omicron menular melalui percikan cairan saluran nafas seseorang saat batuk atau berbicara sehingga cara pencegahan penularannya pun sama dengan pencegahan penularan virus corona varian yang lainnya.
"Apa pun virusnya penularannya masih sama, jadi pencegahannya pun sama, yakni dengan melakukan protokol kesehatan dengan ketat," katanya.
Oleh karena itu, Dinas Kesehatan berupaya mencegah persebaran Omicron dengan melaksanakan kampanye dan penegakan protokol kesehatan selain meminimalkan mobilitas warga selama libur akhir tahun.
"Pemerintah sudah menjaga pintu masuk Indonesia, meski memang belum ada yang terdeteksi. Dan untuk di sini kita juga jaga pintu masuk dengan memeriksa kelengkapan persyaratan perjalanan," kata Reihana.
Di samping itu, ia mengatakan, pemerintah melanjutkan pelaksanaan vaksinasi guna mewujudkan kekebalan komunal terhadap serangan virus corona penyebab COVID-19. (ANTARA)
Baca Juga: Update Covid-19 Global: Inggris Laporkan Kematian Pertama Terkait Varian Omicron
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Cek Fakta: Hoaks! Tautan Pendaftaran Bantuan PKH 2026 Rp900 Ribu dari Kemensos, Ini Bahayanya
-
7 Promo Indomaret untuk Belanja Camilan dan Minuman Lebih Hemat di Awal Tahun 2026
-
7 Fakta Mengerikan Ayah di Pringsewu Rudapaksa Anak Tiri Selama 7 Tahun, Korban Sejak Kelas 5 SD
-
Cek Fakta: Benarkah Kejagung Tetapkan Luhut Jadi Tersangka Korupsi Lahan Batu Bara
-
7 Promo Tambah Daya PLN untuk Rumah Tangga dan UMKM, Diskon 50% Awal 2026