SuaraLampung.id - Artis Nirina Zubir ngamuk saat live di Tv One. Nirina diundang menjadi narasumber membahas masalah mafia tanah.
Diketahui ibu Nirina Zubir menjadi korban mafia tanah dimana tanah miliknya diambil asisten rumah tangga (ART).
Kasus ibu Nirina Zubir ini menjadi perhatian publik sehingga membuat TV One mengundang Nirina Zubir membahas kasus mafia tanah.
Saat acara berlangsung, Nirina Zubir mendadak walk out atau keluar dari sesi siaran langsung wawancara di TV One.
Video Nirina Zubir meninggalkan tempat pada saat wawancara berlangsung pun viral.
Nirina Zubir diketahui menghadiri acara televisi untuk membahas kasus yang menimpa keluarganya.
Aset tanah milik orang tua Nirina Zubir digelapkan oleh mantan Asisten Rumah Tangga (ART) yang bernama Riri Khasmita.
Dalam acara TV One bertajuk 'Apa Kabar Indonesia Malam', Nirina Zubir mendadak murka dan walk out.
Dirinya pergi di tengah-tengah sesi wawancara berlangsung. Bukan tanpa sebab, Nirina Zubir walk out karena dirinya merasa dijebak.
Baca Juga: Nirina Zubir Marah Besar saat Live di Stasiun TV Hadirkan Pengacara Tersangka Mafia Tanah
Kronologi
Pada awalnya, Nirina Zubir menghadiri program acara TV One tersebut guna membahas permasalahan mafia tanah.
Nirina Zubir hadir bersama sang pengacara untuk berhadapan dengan BPN Jakarta Barat.
Mereka hadir untuk membahas dan membicarakan kasus perampasan tanah oleh mantan ART ibunya.
Akan tetapi, pihak stasiun TV justru menghadirkan pengacara baru dari pihak tersangka.
Pengacara baru yang dihadirkan oleh stasiun TV tersebut dinilai berbicara asal-asalan.
Hal tersebut membuat Nirina Zubir murka hingga memutuskan untuk pergi di tengah acara berlangsung.
"Gini saya kecewa sekali dengan TV One, karena saya sudah memberikan waktu untuk klarifikasi, untuk bicara kepada BPN," ujar Nirina Zubir, dikutip BeritaHits.id.
"Saya tidak diberitahu bahwa ada pengacara yang baru, datang, kemudian mengambil waktu saya dan menjelaskan asal-asalan," lanjutnya.
Sontak, Nirina Zubir dan pengacaranya bergegas meninggalkan acara tersebut.
"Terima kasih TV One untuk memberikan waktu kepada orang-orang yang tidak layak ini. Terima kasih, mas silakan kalau mau ambil panggung, silakan," pungkasnya.
Perlu diketahui, kasus mafia tanah ini bermula saat almarhumah ibunda Nirina Zubir meminta ART untuk mengurus surat-surat tanah miliknya di kawasan Jakarta Barat.
ART yang mendapatkan kepercayaan tersebut justru mengubah kepemilikan enam aset menjadi atas namanya dan sang suami.
Selain itu, aksinya tersebut dibantu notaris dan PPAT. Laporan polisi Nirina Zubir dan kakaknya resmi diterima Polda Metro Jaya dengan laporan polisi nomor LP/B/2844/VI/SPKT Polda Metro Jaya sejak 3 Juni 2021.
Klarifikasi TV One
Menanggapi permasalahan tersebut, pihak TV One pun memberikan krafikasi dan surat terbuka.
Jakarta, 19 November 2021
Salam hormat,
Saya Eduardus Karel Dewanto, Penanggungjawab Program Apa Kabar Indonesia Malam dan Tim, menanggapi ketidaknyamanan Mbak Nirina Zubir, saat berdialog di tvOne dengan judul "Rumah Ditilap Mafia Tanah, Nirina Menggugat"
Berikut penjelasan kami :
1. Sama sekali tvOne tidak bermaksud menjebak, seperti disampaikan Mbak Nirina dengan menghadirkan pengacara tersangka Riri. Semata mata, kehadiran pengacara tersangka tersebut untuk memenuhi kaidah pemberitaan yang seimbang dan menghormati asas praduga tak bersalah.
2. Sama sekali tvOne tidak bermaksud dengan sengaja, tidak menginformasikan kehadiran pengacara tersangka. Kami memperoleh narasumber tersebut untuk memenuhi kaidah keberimbangan pun di menit terakhir menjelang on air. Sejak awal dialog seluruh narasumber sudah diperkenalkan presenter. Saat itu, Mbak Nirina juga bersedia berdialog dengan pengacara tersebut. Saat jeda komersial pun tidak ada masalah. Persoalan muncul ketika di segmen berikutnya presenter memberi waktu ke kuasa hukum tersangka.
3. Dalam konteks isi dialog, tvOne sepakat dan berpihak pada pemberantasan Mafia Tanah. Oleh karena itulah, kami menghadirkan nara sumber yang kompeten lainnya, seperti Staf Khusus Kementerian BPN, Dirkrimsus Polda Metro Jaya dan Pengamat Pidana. Dari narasumber tersebut, disimpulkan semuanya setuju Mafia Tanah harus diperangi.
Demikian penjelasan kami semoga bisa membantu menjernihkan informasi atas ketidaknyamanan Mbak Nirina Zubir, selaku korban Mafia Tanah.
Terima kasih
Salam Hormat,
Eduardus Karel Dewanto
Manager Hard News Talkshow.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Gelap Mata karena Cinta: Usai Habisi Nyawa Rival Secara Sadis, Farul Ditembak di Lampung Timur
-
Jembatan Way Tembulih Pesisir Barat Amblas, Polisi Minta Pengendara Waspada
-
Siasat Komplotan Curanmor Parlente di Bandar Lampung: Sewa Mobil demi Kelabui Satpam Hotel
-
Ibu Muda di Lampung Utara Terseret 15 Meter Demi Pertahankan Motor dari Cengkeraman Residivis
-
Todong Polisi dengan Senpi Rakitan, Bandit Curanmor Lintas Jakarta-Lampung Tewas