SuaraLampung.id - Tamara Bleszynski mendatangi Bareskrim Polri Selasa (11/10/2021). Kedatangan Tamara Bleszynski dalam rangka melaporkan tindak pidana penipuan yang dialaminya.
Akibat penipuan itu Tamara Bleszynski mengaku rugi belasan miliar rupiah. Sayangnya laporan Tamara ditolak pihak Bareskrim Polri. Penolakan dilakukan karena Tamara Bleszynski terkendala kelengkapan berkas
Sembari menangis, Tamara Bleszynski menyebut selama belasan tahun ini menderita atas apa yang dialaminya itu. Kini ia berusaha mencari keadilan atas haknya.
Setelah laporannya ditolak, Tamara Bleszynski mengaku sedih. Ia tak habis pikir mengapa laporannya ditolak begitu saja.
"Duka dan luka ini mendalam. Belasan tahun aku menderita…," tulis Tamara di akun Instagramnya.
Menurut Tamara dirinya hanya meminta bantuan untuk didengar namun yang didapat malah penolakan.
"Aku meminta bantuan hanya utk didengar, tapi penolakan yg ku dapat. Tidak kah kamu punya hati? Tidak kah kamu punya rasa kemanusiaan, paling tdk utk menerima pengaduan seorang korban," tulisnya.
Tamara mengaku memang dirinya kini bukanlah siapa-siapa. Ia tak lagi punya harta melimpah. Pekerjaannya kini hanyalah berjualan di warung makan.
Namun Tamara tetap berharap ada keadilan untuk dirinya.
Baca Juga: Tamara Bleszynski Minta Tolong Netizen Usai Laporannya Ditolak Polisi
"Aku memang bukan siapa2 sekarang, hanya seorang ibu yg punya warung, hartaku tdk lah banyak, aku hanya seorang ibu yg berjuang utk menafkahkan anaknya dan aku adalah korban ketidak adilan yg luka dan menderita. Aku bukan mencari harta…aku hanya ingin mencari KEADILAN," tulis Tamara.
Penolakan laporannya itu membuat hati Tamara Bleszynsi hancur. Kini ia tak tahu harus kemana lagi mencari keadilan.
"Hati ini hancur berkeping2. Kemana lagi aku harus bergerak utk mencari keadilan?" tutup Tamara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Kenalan Lewat TikTok: Saat Kencan Pertama Pelajar Pesawaran Berujung Raibnya Motor
-
Penyelundupan Senpi Rakitan Asal Jabung Modus Paket Gagal, Tujuan ke Pelaku Curanmor di Cikarang
-
Pilih ORI030 di BRI, Investasi ORI Dijamin Negara dan Mudah Dibeli
-
Bukan Beton, Tapi Bambu: Jurus Back to Nature Amankan Jalur Liwa-Sumsel dari Longsor
-
Akhir Pelarian Penipu Tenaga Kerja di Lampung Tengah