SuaraLampung.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandar Lampung menyebut keberadaan manusia silver di jalanan terorganisir.
Manusia silver yang bertebaran di jalanan Bandar Lampung ini ternyata diorganisir oleh pihak tertentu.
Hal ini terungkap saat Tim Satpol PP Kota Bandar Lampung menjaring dua manusia silver dan satu pengawas, Senin (11/10/2021).
Pengamanan manusia silver tersebut sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2010 Tentang Pembinaan Anak Jalanan, Gelandangan dan Pengemis di Kota Bandar Lampung.
Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Kota Bandar Lampung, Suhardi Syamsi, mengatakan pengamanan ini sesuai dengan instruksi Pimpinan.
"Kita melakukan penertiban ini secara rutin, baik itu pengemis, gelandangan, anak punk, manusia silver, manusia gerobak, maupun manusia karung. Penanganan manusia silver ini sudah kesekian kalinya kita lakukan," kata Suhardi Syamsi dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com.
Suhardi menerangkan dari hasil wawancara dengan manusia silver ini, ternyata mereka memiliki jaringan terorganisir.
"Jadi para manusia silver ini memiliki koordinator dan pengawas dalam menjalankan kegiatannya setiap hari. Dari manusia silver ini menyetorkan uang Rp30 ribu itu untuk biaya cat tubuhnya, nanti disetorkan dengan koordinator Rp20ribu dan pengawasnya Rp10 ribu," ucap suhardi.
Melihat adanya struktur yang terorganisir, Satpol-PP Kota Bandar Lampung masih mencari keberadaan koordinator manusia silver.
Baca Juga: Pemuda di Bandar Lampung Ini Edarkan Sabu untuk Modal Nikah
"Kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam hal ini Polresta Bandar Lampung terkait masalah ini, karena kita lihat ada pelanggaran hukum yang dilakukan. Mereka memperkerjakan anak di bawah umur dan itu merupakan tindak pindana," ujarnya.
Ia berharap masyarakat Kota Bandar Lampung untuk tidak memberikan uang kepada manusia silver termasuk anak jalanan yang berkeliaran di jalan.
"Ini kita himbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada mereka karena bisa menumbuh suburkan manusia silver dimana-mana. Kalau tidak ada yang memberi pasti praktek seperti ini akan hilang," ungkapnya.
Sementara itu, Fahri (28) salah satu manusia silver mengatakan dia melakukan ini karena keterpaksaan ekonomi.
"Saya memiliki keluarga yang harus saya berikan makan. Sebelumnya saya bekerja di pemasangan baja ringan tapi saat ini lagi sepi jadi saya coba jadi manusia silver. Saya kapok ngak akan lagi menjadi manusia silver," ucapnya.
Suhardi Syamsi menjelaskan untuk saat ini manusi silver dan pengawas akan didata untuk menjadikan efek jera.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Dari Pengalaman PMI ke Bisnis Kuliner, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hilang Kendali di Depan Mal Ramayana Bandar Lampung, Pengendara Xeon Tewas Tabrak Pagar Trotoar
-
Kabur Usai Tabrak Motor, Mobil Oknum Polisi Malah Hantam Mobil Rekan Seprofesi di Bandar Lampung
-
Modal Printer Rumahan Cetak Uang Palsu, Pria di Lampung Timur Dibekuk Usai Beli Rokok di Warung
-
Senjata Masih Terselempang di Tubuh, Mengapa Brida Rizky Ditemukan Tewas di Sungai Mesuji?