SuaraLampung.id - Provinsi Lampung untuk sementara meraih dua emas dan satu perak pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
Hingga Senin (4/10/2021) provinsi Lampung menduduki posisi ke sepuluh klasemen perolehan medali di PON Papua.
Tiga medali diraih provinsi Lampung pada PON Papua berasal dari cabang olahraga sfoftball, baseball, dan muaythai.
Tim Softball Putra Lampung yang diasuh Yolly Marisco meraih posisi pertama dan meraih medali emas pertama untuk Provinsi Lampung, setelah mengalahkan tim kuat DKI Jakarta dengan skor 7-3 pada pertandingan grand final, di Lapangan AURI, Sentani, Kabupaten Jayapura.
Pertandingan ini turut disaksikan langsung pejabat Pemerintah Provinsi Lampung.
Emas juga diperoleh atlet Muaythai Lampung, Mitra Waruwu, menang telak pada laga final PON XX Papua, di GOR STT GIDI, Kabupaten Jayapura, Minggu (3/10/2021), melawan atlet Sulawesi Selatan, Zul Bimantara.
Mitra Waruwu meraih emas di kelas 54 kg. Menurut pelatih Muaythai Lampung Khairil Annas, anak asuhnya itu pernah bertemu Zul Bimantara di seleknas dan Mitra menang. Sehingga, raihan medali emas di cabang Muaythai ini sudah diprediksi sebelumnya.
Sedangkan, Tim Baseball Lampung hanya berhasil menyumbangkan medali perak untuk kontingen Lampung pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Minggu (3/10/2021).
Pada pertandingan grand final, di Lapangan AURI, Sentani, Kabupaten Jayapura, Tim Baseball Putra Lampung harus mengakui keunggukan DKI Jakarta dengan skor 2-5.
Baca Juga: PON Papua di Tengah Ribuan Orang Mengungsi
Menurut Ketua Pengprov Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Lampung, Rahmad Mirzani Djausal, seluruh masyarakat mengapresiasi pencapaian tersebut.
"Seluruh tim sudah bekerja keras. Apa pun hasilnya harus kita apresiasi. Ini yang terbaik bisa kita berikan kepada masyarakat Lampung," kata Mirzani dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com.
Menurut Mirza, sapaan akrabnya, beban mental dan stamina yang menjadi faktor kegagalan Baseball Lampung meraih medali emas. "Semua ini menjadi bahan evaluasi kita, untuk memperbaiki segala kekurangan. Termasuk upaya regenerasi pemain, agar di PON selanjutnya, kita bisa meraih medali emas," kata Mirza yang juga Anggota DPRD Provinsi Lampung itu.
Di sisi lain, Ketua Umum KONI Lampung Yusuf Sulfarano Barusman bersyukur dan mengapresiasi pencapaian tersebut. Dia menyampaikan pesan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi agar seluruh atlet tetap semangat dan fokus pada pertandingan. "Fokus kita adalah atlet maka kita semua harus, jaga nama baik Lampung jangan jadi kurang harum di Papua," kata Yusuf Barusman.
Gubernur meminta agar bisa belajar terkait pembinaan atlet, mencari bibit atlet, sehingga diharapkan empat tahun kedepan prestasi olahraga Lampung lebih baik lagi.
Dia juga meminta seluruh kontingen tidak cepat berpuas diri. Harus tetap kompak dan fokus pada pertandingan untuk mewujudkan target sepuluh besar PON.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Terjebak Siasat Licik Chat WhatsApp: Jerit Pilu Siswi Pesisir Barat di Balik Dinding Kos
-
Sempat Hilang, Pencari Ikan Ditemukan Meninggal di Sungai Rejosari Lampung Tengah
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?
-
Ibu Asal Way Kanan Kaget Lihat Video Pernikahan Anaknya di Bawah Umur, Gercep Lapor Polisi
-
Mimpi Buruk di Balik Pintu Kos: Siasat Licik Teman Medsos Kuras Harta Mahasiswi di Bandar Lampung