Bukan Orang Lampung Mewakili Lampung di Senayan
Menariknya adalah kemunculan Azis Syamsuddin sebagai caleg Golkar dari Dapil Lampung II pada pemilu 2004. Azis Syamsuddin bukanlah orang Lampung. Ia pun tak pernah tinggal di Lampung.
Azis Syamsuddin adalah keturunan Sumatera Selatan-Sumatera Barat. Ia lahir di Jakarta pada 31 Juli 1970. Masa kecilnya ia lewati di Jember, Jawa Timur. Memasuki usia remaja, Azis Syamsuddin mengikuti ayahnya yang pindah tugas ke Padang, Sumatera Barat.
Ayah Azis Syamsuddin adalah seorang bankir yang bekerja di PT Bank Negara Indonesia (BNI) 1946. Ia melewati masa SMA di Padang.
Tamat SMA, Azis Syamsuddin diterima sebagai mahasiswa Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat tanpa tes alias melalui program PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan).
Setahun di Unand, Azis Syamsuddin harus pindah lagi mengikuti sang ayah ke Jakarta. Di ibukota, Aziz mendaftar sebagai mahasiswa di Fakultas Ekonomi, Universitas Krisnadwipayana (FE-Unkris). Setahun kemudian, dia mendaftar ke Fakultas Hukum Universitas Trisakti (FH-Usakti).
Dari perjalanan hidupnya, terlihat Azis Syamsuddin bukanlah orang Lampung dan sama sekali tidak pernah menetap di Lampung.
Lalu bagaimana bisa Azis mewakili rakyat Lampung di Senayan?
Mantan Ketua DPD I Partai Golkar Lampung Alzier Dianis Thabranie memberi penjelasan mengenai masuknya Azis Syamsuddin ke Golkar.
Baca Juga: Adies Kadir Gantikan Posisi Azis Syamsuddin Jadi Waketum Golkar Bidang Polhukam
Menurut Alzier Azis Syamsuddin memang bukan orang Lampung. Namun istrinya Nurlita Zubaedah adalah orang Menggala, Tulang Bawang, Lampung.
Kata Alzier, Nurlita adalah keponakan Alirahman, Menteri Sekretaris Negara pada Kabinet Persatuan Nasional di era Presiden Abdurahman Wahid alias Gus Dur.
Masuknya Azis Syamsuddin ke Partai Golkar terjadi pada tahun 2004 ketika pemilu. Nama Azis tiba-tiba masuk menjadi calon anggota legislatif Partai Golkar untuk DPR RI dari Dapil Lampung II.
"Waktu itu saya tidak tahu siapa Azis. Dia kan bukan orang Lampung dan bukan kader Golkar. Tapi tiba-tiba ada namanya sebagai caleg," kata Alzier kepada Suaralampung.id beberapa waktu lalu.
Alzier menduga masuknya Azis Syamsuddin sebagai caleg Golkar berkaitan dengan profesi Azis kala itu sebagai advokat.
Sebelum terjun ke dunia politik, Azis Syamsuddin adalah seorang pengacara. Azis bergabung dengan Gani Djemat & Partners (GDP) Law Office di tahun 1994.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
WALHI Sebut Banjir Bandar Lampung Adalah Kejahatan Ekologis Bukan Sekadar Takdir
-
Mencekam! Duel Nyali di Tanjungkarang: Anis Lawan Begal yang Umbar Tembakan di Tengah Hari
-
BBRI Siap Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun untuk Pemegang Saham, Catat Tanggalnya!
-
Bandar Lampung Lumpuh dalam Semalam: 16 Kecamatan Terkepung Banjir, Satu Nyawa Tak Tertolong
-
Genggaman Terakhir Suami yang Terlepas: Dewi Tewas di Tengah Amukan Banjir Bandar Lampung