"Pendekatan usang macam duterte tak bekerja, negara2 yg dianggap “berhasil”, adalah yg melakukan pendekatan kesehatan, pidana boleh tpi dlm konteks peredaran gelap dan trans national crime Portugal contohnya, meski masih ada Kritik, tpi dianggap ok," kicau Erasmus.
Kata Erasmus, mengancam dan membunuh pengedar narkoba, justru membuat para pengguna tak punya pilihan selain semakin terjebak di pasar ilegal.
"Bandar makin kayak krn mungkin mereka tidak ada di negara yg menjadi pasar Sistem peradilan potensial menjadi korup, krn hukuman manjadi bagian transaksi," tulisnya.
Sebagai seorang dokter, kata Erasmus, Dokter Tirta harusnya bicara dalam kapasitas bagaimana kebijakan terbaik untuk pengguna.
"Apakah membunuh sebanyak2nya orang akan berhasil? Itu bukan kapasitas dokter, selebgram sotoy mungkin," cuit Erasmus.
"Tapi mungkin saya salah, beliau mungkin tidak sotoy, persoalan terjebak narasi dan gemerlap kamera mungkin, kebetulan acara BNN pulak Kalau mau diskusi terbuka boleh juga, siapa tau kita salah paham, atau paham yg salah," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
BRI Pionir Standar Kualitas Software, Resmi Bersertifikat ISO/IEC 25000
-
Lidah Api Mengamuk di Tol Lampung: Detik-Detik Truk Towing dan Muatannya Hangus Terpanggang
-
Bisnis Gelap di Bak Pikap: Dua Pria Asal Lamteng Terciduk Edarkan BBM Oplosan ke Pom Mini di Metro
-
Misteri Rumah Kosong di Rajabasa: Kisah di Balik Penemuan Tengkorak Pria Setelah 2 Bulan Menghilang
-
Kedok Pertamini Pringsewu Terbongkar: Iwan Raup Rp2,5 Miliar dari Solar-Pertalite Oplosan