SuaraLampung.id - Pemerintah Kota Bandar Lampung akan segera menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM).
Simulasi PTM ini digelar seiring adanya penurunan status Bandar Lampung menjadi PPKM level 3.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, pemkot segera merencanakan simulasi PTM terbatas di sejumlah sekolah menengah pertama (SMP).
"Setelah Bandar Lampung PKKM-nya turun menjadi Level 3 akan ada kelonggaran-kelonggaran yang diberikan bahkan pemkot segera merencankaan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sejumlah sekolah Sekolah Menengah Pertama (SMP)," kata Eva dikutip dari ANTARA.
"Kelonggaran itu sudah pasti ada tapi kita tetap akan merujuk Instruksi dari pemerintah pusat, kelonggaran seperti apa yang diberikan, sedangkan untuk PTM akan kita simulasikan dahulu sebelum menggelarnya secara serentak," kata dia.
Eva Dwiana, meminta warganya tetap ketat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) meski Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kota ini telah diturunkan oleh pemerintah pusat menjadi Level 3.
"Prokes tetap harus diterapkan meski sudah divaksinasi dan sekarang kota ini sudah Level 3," kata Wali Kota.
Ia mengucapkan terima kasih kepada warga dan semua elemen masyarakat yang telah bahu membahu dalam menghadapi pandemi COVID-19 di kota ini sehingga kasus infeksi pun menurun dalam beberapa minggu terakhir.
"Semoga dengan kita bersama-sama dalam melawan COVID-19, Bandarlampung dapat segera masuk ke zona aman dan dapat bersilahturahmi kembali," kata dia.
Baca Juga: Sempat Ditutup, SDN 05 Jagakarsa Bakal PTM Lagi Pekan Depan
Ia mengingatkan masyarakat jangan sampai abai terhadap prokes sebab hingga kini pandemi COVID-19 masih belum berakhir.
"Jangan sampai kita terlena yang sekarang sudah PPKM Level 3 bisa-bisa ke Level 4 lagi dan zona Bandarlampung merah kembali karena tidak taat prokes," kata dia. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Akal Bulus Sindikat Narkoba: Gunakan Ambulans untuk Selundupkan Sabu Rp22 Miliar di Bakauheni
-
BRI Bagikan Dividen Tunai Rp52,1 Triliun, Perkuat Kinerja untuk Nilai Tambah Berkelanjutan
-
Perkuat Layanan Inklusif, Pegadaian Resmikan Cabang Internasional di Timor Leste
-
Dendam di Balik Aib yang Terbongkar: Pria di Lampung Tengah Tikam Mantan Istri karena Sakit Hati
-
Kelancaran Haji 2026 Didukung BRI, Distribusi Living Cost SAR Menjangkau 152,49 Juta