Pada masa kolonisasi pengelolaan bidang irigasi dikelolah oleh Department Van Verkeer en Waterstaat dalam proses pembangunannya didatangkan tenaga ahli dari Jawa Barat dan Jawa tegah, serta melibatkan kolonis setempat.
Dalam waktu satu minggu (7 hari), dua hari digunakan sebagai waktu kerja wajib para kolonis untuk membangun irigasi.
Konversi lahan kering menjadi konstruksi sawah tidaklah mudah. Para kolonis sendiri harus mengurus pembangunan sawah, dengan parit dan tanggul.
Untuk tujuan ini, ladang harus dibersihkan lebih lanjut dan sisa-sisa batang dan akar pohon dibuang, setidaknya sejauh mungkin. Hal ini tentunya bukan pekerjaan mudah dan memakan waktu yang cukup lama.
Pembangunan irigasi perlahan mempengaruhi kondisi sosial masyarakat kolonisi Sukadana. Lewat saluran irigasi kualitas hidup para kolonis semakin membaik.
Sebelumnya para kolonis menanam padi gogo (padi ladang) kemudian setelah saluran irigasi telah dibuka, lahan pertanian berupa ladang segera diubah menjadi lahan pertanian berupa sawah yang menjadikan padi.
Selain dapat memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian, irigasi juga dapat dimanfatkan para kolonis yang tinggal di dekat saluran irigasi untuk menunjang aktifitas kehidupan sehari-hari seperti mencuci dan mandi.
Jejak bangunan irigasi di wilayah eks-kolonisasi Sukadana masih bisa dijumpai hingga saat ini serta memiliki nilai sejarah yang sangat penting.
Penulis: Febri Angga Saputra (Mahasiswa Pendidikan Sejarah, UM Metro, Pegiat Trimurjo Heritage)
Baca Juga: Kadin Buka Tambak Garam Industri di Pulau Legundi Pesawaran
NB
Artikel ini terbit atas kerjasama SuaraLampung dan Sahabat Dokterswoning
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Dosa Masa Lalu Terungkit: Narapidana Lapas Krui Kembali Jadi Tersangka Kasus Lama
-
Tragedi Berdarah Register 45 Mesuji: Paman Tewas Ditusuk Besan Gara-gara Panggil Nama Adik
-
Hanya Gara-gara Rp10 Ribu! Eks Anggota DPRD Diduga Cekik dan Tampar Perempuan di Gym
-
Wajah Baru Way Kambas: Ambisi Lampung Membangun Surga Gajah Kelas Dunia
-
Buron Usai Aksinya Viral, Pasutri Pencuri Laptop Mahasiswi Unila Diringkus di Kontrakan