Menurutnya Rendra orang yang sangat bersungguh-sungguh. Rendra adalah sosok yang sangat menghayati segala sesuatu sampai ke akar-akarnya.
Lima tahun terakhir hidup Rendra Cak Nun mengaku semakin dekat.
"Mas Willy itu merasa saya itu sahabatnya, saya merasa dia sahabat. Bahkan saya merasa dia itu adik bungsu saya karena dia sangat manja kepada saya. Sangat banyak bergantung pada saya," katanya.
Cak Nun bahkan mengagui kesungguhan Rendra dalam bertauhid. Cak Nun pernah menyampaikan ke Rendra bahwa dalam Islam itu anda berhubungan langsung dengan Allah tanpa makelar.
"Meskipun anda perlu belajar kepada ulama, perlu membaca wacana-wacana dari yang bukan Allah ya tapi dari tokoh-tokoh Islam. Mungkin perlu juga. Tetapi sesungguhnya kalau sampeyan bersyahadat, kemudian salat dan lain sebagainya itu kan hubungan pribadi dengan Allah," katanya.
Mengenai kepindahan agama Rendra dari Nasrani ke Islam, Cak Nun mengaku dirinya sama sekali tidak pernah mensyahadatkan sahabatnya itu.
"Saya cuma bilang mas bahwa anda itu mengakui Allah bersumpah mensyahadati Allah dalam hidup sampeyan itu bisa anda lakukan dengan mencari tempat dimanapun tapi pedomannya adalah bahwa anda mengakui Allah sehingga anda menjadi muslim," beber Cak Nun.
Cak Nun lalu bercerita salah satu momen paling membekas dirinya dengan Rendra. Pada suatu hari Rendra datang ke Pendopo Kadipiro, kediaman Cak Nun di Yogyakarta.
Di pertemuan itu, Rendra bertanya ke Cak Nun mengenai arti sebenarnya tauhid dalam satu kata.Cak Nun menjawab bahwa tauhid itu adalah ngawiji.
Baca Juga: Istri WS Rendra, Ken Zuraida Meninggal Dunia di RS Antam Medika
Ternyata kata Ngawiji itu kan sangat legendaris dalam pengalaman kultural dan batiniah Rendra.
"Mendengar kata ngawiji itu dia merembeng, terus dia meneteskan air mata terus menangis tersedu-sedu di pangkuan saya," kata Cak Nun.
Menurut Cak Nun, kata ngawiji itu sangat rohaniah dalam kultur Jawa. Ngawiji artinya menyatu.
"Jadi tauhid itu menyatukan diri kepada Allah tergantung konteks nya. Kalo konteksnya kekuatan, yang tidak berdaya menyatu kepada Yang Berdaya. Karena manusia tidak berkuasa, menyatu kepada Yang Berkuasa," jelas Cak Nun.
Mendengar arti tauhid adalah ngawiji membuat Rendra bersyukur karena mengalami sebuah keindahan dalam hidup.
"Jadi menurut Mas Willy, terjemahan tauhid menjadi ngawiji sangat indah karena dia seorang seniman. Jadi dia nomor satu sensornya adalah sensor keindahan. Rendra itu sangat peka dengan keindahan. Jadi hidupnya Rendra itu operating systemnya adalah keindahan," ujar Cak Nun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Buntut Tolak Layani Pria Hidung Belang, Pemandu Lagu di Tubaba Diseret Paksa hingga Terluka
-
Tancap Gas Awal 2027! Proyek PLTP Rajabasa Bakal Serap 2.000 Pekerja, Kuota Lokal 80 Persen
-
Himpitan Ekonomi Berujung Duka: Seorang Kurir Paket di Tanggamus Ditemukan Meninggal Tragis
-
Bisnis Gelap Berjalan 6 Bulan, Sindikat 'Penyedot' Bio Solar di Way Kanan Digulung Polisi
-
Tergiur Kunci Tertinggal di Parkiran Dermaga, Buruh Pelabuhan Panjang Nekat Bawa Kabur Motor