SuaraLampung.id - Keterisian tempat tidur di Rumah Sakit (RS) rujukan COVID-19 di Bandar Lampung turun.
Pemerintah Kota Bandar Lampung menyebut keterisian tempat tidur RS Rujukan COVID-19 menurun menjadi 72 persen.
Sebelumnya keterisian tempat tidur RS Rujukan COVID-19 di Bandar Lampung mencapai lebih dari 80 persen.
"Alhamdulillah sekarang tingkat keterisian tempat tidur bagi pasien COVID-19 rumah sakit rujukan telah menurun menjadi 72 persen, dari sebelumnya yang mencapai lebih 80 persen," kata Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, Sabtu (7/8/2021) dikutip dari ANTARA.
Biar pun ada penurunan tingkat keterisian tempat tidur di RS Rujukan COVID-19, Pemkot Bandar Lampung tetap menambah tempat tidur di Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) A Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung.
Penambahan tempat tidur di RSUD Dadi Tjokrodipo ini untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu ada lonjakan kasus COVID-19 di Bandar Lampung.
"Jadi bila ke depan ada hal-hal yang tidak diinginkan atau ada keadaan darurat kita sudah siap," kata Eva Dwiana.
Plt Direktur RSUD A Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung, dr Yulita Trisia M Kes mengatakan bahwa sebagaimana SK Wali Kota yang menunjuk RS ini sebagai pusat pelayanan COVID-19 maka tempat tidur bagi terinfeksi virus corona akan ditambah 30.
"Kita akan tambah 30 tempat tidur sehingga total akan ada 50 tempat tidur bagi pasien COVID-19 di RSUD ini, tapi nanti di tahap selanjutnya kapasitas tempat tidur pun akan ditambah lagi," kata dia.
Baca Juga: Masih di Bawah Umur, Anak Ini Tusuk Pria hingga Tewas di Bandar Lampung
Ia pun mengatakan bahwa untuk sumber daya manusia (SDM) yang ada di RS A Dadi Tjokrodipo pun sudah siap sebab baik dokter maupun perawat telah menjalani pelatihan.
"Jadk untuk SDM kita sudah siap tinggal memenuhi fasilitas tambahan tempat tidur saja yang sedang dalam proses pemesanan. Selain menjadi RS pusat pelayanan COVID-19, pelayanna bagi pasien lainnya juga masih tetap berjalan di sini," kata dia.
Kemudian, ia pun mengungkapkan bahwa saat ini di RSUD A Dadi Tjokrodipo terdapat 18 pasien COVID-19 yang sedang menjalani perawatan.
"Sekarang pasien COVID-19 yang kami rawat ada 18 dimana dua diantaranya merupakan ibu hamil," katanya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Zaki Tak Ada Lagi di Dek Kapal: Pencarian 20 Mil Laut di Selat Sunda Masih Nihil
-
Hanya Tersisa Golok dan Motor: Aminudin Hilang di Balik Rimbun Eceng Gondok Way Rarem
-
Hantaman Maut Kapal Kargo di Perairan Kalianda: Tim SAR Sisir Laut Cari Nelayan yang Hilang
-
KM Bima Suci Tenggelam Ditabrak Kapal Kargo di Perairan Kalianda, 1 Nelayan Hilang
-
Bocah Autis di Pringsewu Ditemukan Tak Bernyawa dalam Kolam Ikan Sejauh 1,5 Km dari Rumah