SuaraLampung.id - Realisasi program vaksinasi COVID-19 di Lampung terbilang rendah.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung total sasaran vaksinasi yang telah mendapatkan dosis lengkap ada 270.956 orang atau 4,08 persen dari total 5 kelompok sasaran vaksinasi.
Terinci untuk tenaga kesehatan telah ada 33.266 orang atau 93,44 persen yang memperoleh dosis lengkap, petugas pelayanan publik ada 184.338 orang atau bila dikonversi 44,98 persen.
Lalu orang lanjut usia ada 31.828 orang atau 4,52 persen, masyarakat rentan dan umum 21.524 orang yakni 0,47 persen sedangkan bagi kelompok remaja belum ada yg memperoleh dosis lengkap hanya dosis pertama sebanyak 94 orang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung Reihana mengatakan Lampung masih kekurangan stok vial vaksin COVID-19 bagi pelaksanaan percepatan vaksinasi penduduk.
"Untuk mempercepat dan memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi seluruh penduduk, kita masih kekurangan stok vaksin," ujar Reihana saat dihubungi di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan kebutuhan vaksin bagi vaksinasi seluruh penduduk Lampung diperkirakan mencapai 12 juta dosis lebih.
"Total sasaran di Lampung ada 6.645.226 orang, bila kita melakukan vaksinasi dua kali suntikan maka jumlah total dosis yang dibutuhkan sekitar 12 juta lebih dosis vaksin COVID-19," ucapnya.
Menurutnya, saat ini bagi pelaksanaan vaksinasi COVID-19, Lampung telah menerima sebanyak 1 juta vaksin COVID-19.
Baca Juga: Bangun Jalan, Pemkab Lampung Selatan Pinjam Dana Rp90 Miliar ke PT SMI
"Sudah menerima sekitar 1 juta dosis yang digunakan untuk penyuntikan dua dosis lengkap sejak tahap pertama hingga sekarang, kemarin tepatnya pada 15 Juli telah didistribusikan pula vaksin kepada kabupaten/kota sebanyak 34.500 dosis yang diterima dari pusat," katanya.
Dia menjelaskan dengan tersedianya stok vaksin sesuai target vaksinasi maka akan semakin mempercepat proses vaksinasi untuk mengejar target vaksinasi yang ditetapkan.
"Untuk pendistribusian vaksin setelah dapat langsung dikirim ke kabupaten/kota, lalu ada buffer stock, selanjutnya ada yang disalurkan ke Poltekes juga. Sedangkan untuk TNI, Polri, Kantor Kesehatan Pelabuhan memiliki stok tersendiri sebab mereka punya Primary Care sendiri pula," ucapnya.
Ia melanjutkan dalam dua kali pendistribusian vaksin COVID-19 Kota Bandarlampung mendapat alokasi vaksin cukup banyak sesuai dengan jumlah penduduk.
"Penyaluran pertama untuk Bandaralampung ada 5.000 dosis, kalau pada 15 Juli ada 6.000 dosis agak lebih banyak sebab penduduk juga padat disini," katanya lagi. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Nekat Serang Polisi Saat Disergap, Tiga Bandit di Tulang Bawang Didor: Terbongkar Terlibat 10 Kasus
-
Kepergok di Puncak Tower, Residivis Spesialis Kabel BTS Terjun ke Kebun Sebelum Dibekuk Polisi
-
Kisah Pilu Wanita di Tulang Bawang Tertipu Pria Idaman di Aplikasi Kencan, Uang Rp110 Juta Ludes
-
Paradoks Listrik Lampung: Terancam Biarpet di Atas Harta Karun Panas Bumi 2,8 GW
-
Dibuatkan Air Minum Malah Merampok, Pria di Bandar Lampung Tega Seret Nenek 68 Tahun Pakai Motor