SuaraLampung.id - Nasib pilu dialami seorang wanita di sebuah desa di Distrik Dahod, negara bagian Gujarat, India.
Wanita ini diarak keliling kampung dalam kondisi telanjang.
Mirisnya pelaku yang mengarak wanita ini dalam kondisi telanjang adalah suaminya sendiri.
Menyadur NDTV, Kamis (15/7/2021), korban ialah seorang wanita berusia 23 tahun.
Wanita ini diarak keliling kampung karena ketahuan kawin lari dengan pria lain.
Peristiwa ini terekam dalam sebuah video dan beredar luas di media sosial India.
Polisi lalu mendapatkan laporan mengenai kejadian yang menimpa ini.
Mendapat laporan, polisi bertindak dengan menangkap suami wanita dan 18 orang lainnya.
Polisi mengatakan sang suami wanita tersebut menyeret, memukul, dan menelanjanginya di depan umum bersama kerabatnya yang lain.
Baca Juga: Wanita Dituduh Mertua sampai Dicap Cewek Nakal, Banner 'Jualan Kopi Kayak Open BO' Viral
Selain itu, wanita tersebut juga dilaporkan dipaksa untuk menggendong suaminya dan berjalan dalam keadaan telanjang keliling kampung.
"Wanita itu baru saja kawin lari dengan pria lain. Suaminya dan penduduk desa lainnya dengan cepat melacak mereka dan membawa mereka ke desa," jelas BM Patel.
"Pada 6 Juli, dia diarak di depan umum sebagai hukuman. Kami telah menangkap semua tersangka yang terlihat dalam video," sambungnya.
Suami wanita tersebut telah ditangkap atas tuduhan membuat kerusuhan, penyerangan, intimidasi kriminal, dan menghina seorang wanita. Polisi juga sedang menyelidiki lebih lanjut kasus tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala
-
Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika
-
Sempat Buron Setahun, Pengeroyok Panitia Futsal Kampus UM Metro Akhirnya Diciduk
-
Kejar-kejaran Dramatis Berujung Patah Tulang! Pelarian Residivis Maling Gadget di Pringsewu Berakhir
-
Numpang Tidur Seminggu, Cucu di Tulang Bawang Malah Embat Motor dan HP Kakek Sendiri