SuaraLampung.id - Pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Rajabasa Bandar Lampung membutuhkan alat rapid tes untuk pengecekan Covid-19 terhadap para napi dan pegawai.
Lapas Rajabasa membutuhkan sekitar 1.200 hingga 2.000 alat rapid tes. Pihak Lapas Rajabasa sudah meminta bantuan dari Dinas Kesehatan Bandar Lampung dan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.
Namun, kata Kepala Lapas Rajabasa Bandar Lampung, Maizar, bantuan alat rapid tes yang dikirim pihak Dinas Kesehatan masih kurang.
"Kemarin kita sudah ajukan dan dikirim 400, tapi itu tidak cukup, kami masih mengajukan kembali, mudah-mudahan dapat membantu sesuai dengan harapan kita sekitar 1.200 hingga 2.000 alat rapid," katanya, Sabtu (29/5/2021) dilansir dari ANTARA.
Ia menjelaskan koordinasi bantuan kepada Dinkes Provinsi Lampung dan Dinkes Kota Bandar Lampung tersebut dalam rangka untuk melakukan deteksi dini terhadap warga binaan dan petugas setempat.
"Untuk melakukan deteksi dini saya menginginkan seluruh pegawai dan warga binaan dilakukan pengecekan untuk menekan penyebaran Covid-19," kata dia.
Maizar menambahkan untuk warga binaan dan pegawai yang terpapar Covid-19, pihaknya telah melakukan langkah-langkah pencegahan dan tindakan, di antaranya melalukan isolasi warga binaan di blok terpisah, memberi vitamin, memberi minuman air jahe, berjemur, dan memberi makanan tambahan.
"Kita juga lebih perketat lagi protokol kesehatan untuk antisipasi penularan lebih banyak lagi," kata dia.
Sebelumnya pihak Lapas Rajabasa Bandar Lampung telah melakukan rapid tes antigen kepada 526 warga binaan dan pegawai lapas. Hasil keseluruhan ada sebanyak 159 yang positif Covid-19, 152 orang di antaranya warga binaan dan tujuh orang pegawai lapas.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus, Dinkes Jateng Sebut RSUD Telah Menambah Tempat Tidur
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok
-
Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong