SuaraLampung.id - Enam warga Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, ditangkap di Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Keenam orang ini ditangkap karena kedapatan membawa senjata api rakitan dan senjata tajam.
Enam warga OKU Timur, Sumsel, yang ditangkap aparat Polres Way Kanan itu masing-masing berinisial HI (31), ID (47 ), HS (20), BS (36), RH (42), SB (50).
Kepala Satreskrim Polres Way Kanan Iptu Des Herison Syafutra mengatakan, penangkapan ini bermula saat tim mendapat informasi dari masyarakat bahwa keenamnya berada di Kampung Bumi Say Agung, Bumi Agung, Way Kanan. Diduga mereka ini hendak melakukan kejahatan di wilayah Way Kanan.
"Atas informasi itu, kami langsung berkordinasi dengan personil Satreskrim Polres Oku Timur. Tujuannya untuk bekerjasama melakukan penangkapan terhadap enam pelaku yang merupakan buronan saat berada Pos ronda di Kampung Bumi Sat Agung, Way Kanan," kata Iptu Des Herison Syafutra, Rabu (26/5/2021) dilansir dari Lampungpro.co--media jaringan Suara.com.
Baca Juga: Vihara Thay Hin Bio Tiadakan Ritual Bersama di Hari Raya Waisak
Setelah itu, petugas gabungan kemudian mengamankan delapan orang. Dari delapan yang diamankan itu, satu diantaranya merupakan buronan kasus pengeroyokan yang terjadi di wilayah Polres OKU Timur. Sementara tujuh lainnya dibawa ke Mapolres Way Kanan, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Setelah itu dilakukan penggeledahan badan terhadap para pelaku, hingga didapati enam bilah sajam senjata tajam jenis badik. Selain itu, didapati juga sepucuk senjata api rakitan yang berisi tiga butir amunisi aktif," ujar Des Herison Syafutra.
Dari hasil pemeriksaan terhadap tujuh orang yang diamankan, ada enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan satu lainnya dibebaskan karena ditetapkan tidak bersalah.
Para pelaku kemudian dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) Undang Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951, tentang senjata api dengan ancaman hukuman maksimal hukuman maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan untuk senjata tajam, dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 Undang Undang Darurat No 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
Baca Juga: Lapas Rajabasa Jadi Klaster Covid-19, Rutan Bandar Lampung Perketat Prokes
Berita Terkait
-
Seorang Polisi Jadi Korban Begal di Cikarang, Honda Scoopy Miliknya Dibawa Kabur
-
KSAD Maruli Ungkap Nasib 2 Prajurit Penembak Mati 3 Polisi di Lampung: Kemungkinan Dipecat!
-
Jenderal Maruli: Pemecatan Pelaku Penembakan 3 Polisi Tunggu Vonis Pengadilan
-
Daftar Harga Tiket Bus AKAP Jakarta-Lampung untuk Mudik Lebaran 2025, Murah Meriah
-
Kopi Asal Lampung Mendunia, PPI Genjot Ekspor ke Mesir
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Talud Ambruk Picu Banjir di Campang Jaya, Pemkot Bandar Lampung Gercep Perbaiki
-
Puncak Arus Balik Diprediksi 5-7 April 2025, Ini Strategi Polda Lampung Antisipasi Kemacetan
-
Libur Lebaran di Lampung Selatan: Pantai Padat, Buaya Gentayangan
-
Tragedi Pantai Umbar Tanggamus: Ayah Hanyut Ditemukan Meninggal, Anak Selamat dari Maut
-
Strategi Polisi Antisipasi Kemacetan pada Arus Milir di Pelabuhan Bakauheni