- Komunitas Berkat Yakin (KoBer) mementaskan teater kontemporer berjudul Hilang Huma(n) di Lampung, Februari 2026.
- Pementasan ini mengkritik deforestasi dan alih fungsi lahan yang mengancam keberlanjutan hidup di Indonesia.
- Karya sutradara Ari Pahala Hutabarat ini bertujuan membangkitkan kesadaran kolektif tentang bencana ekologis nasional.
SuaraLampung.id - Di tengah bayang-bayang krisis pangan dan bencana ekologis yang kian nyata, Komunitas Berkat Yakin (KoBer) memilih panggung sebagai ruang perlawanan. Melalui pementasan teater kontemporer bertajuk Hilang Huma(n): Sebuah Esai Performatif, KoBer menyuarakan kritik atas alih fungsi lahan yang masif, deforestasi, hingga ancaman serius terhadap keberlanjutan hidup di Indonesia.
Pertunjukan ini digelar pada 15–16 Februari 2026 pukul 16.00 WIB di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Provinsi Lampung. Sebelumnya, karya ini telah dipentaskan dalam rangkaian Festival Teater Sumatera (FTS) III di Taman Budaya Sriwijaya, Palembang, pada 24–25 September 2025.
Disutradarai oleh Ari Pahala Hutabarat, Hilang Huma(n) dirancang dalam format esai performatif—sebuah bentuk presentasi artistik yang memadukan elemen teater dengan narasi kritis dan reflektif layaknya sebuah esai. Panggung bukan sekadar ruang tontonan, melainkan arena dialog tentang relasi manusia dan alam yang kian rapuh.
“Pertunjukan ini diniatkan untuk berbagi pikiran bersama dan pada akhirnya berbagi pengalaman tentang bencana ekologis yang terjadi luar biasa parah di republik ini,” ujar Ari dalam sambutannya sebelum pementasan dimulai.
Ari, yang juga penulis buku puisi Hari-hari Bahagia, menegaskan bahwa karya ini merupakan respons kultural KoBer terhadap persoalan besar dan mendesak yang dihadapi bangsa. Sejak digagas pada 2010, KoBer konsisten menjadikan seni sebagai medium kesadaran sosial.
“Ini adalah respon kultural kami terhadap persoalan yang jauh lebih besar dan urgent. Mudah-mudahan hal ini membangkitkan kesadaran kolektif agar bangsa ini menjadi lebih maju,” katanya.
Ia pun menutup sambutannya dengan ucapan terima kasih kepada para penonton yang hadir, berharap pementasan tersebut menjadi pengalaman bersama yang membekas.
Apresiasi juga datang dari sastrawan Indonesia, Iswadi Pratama. Di atas panggung yang sama, ia menyampaikan selamat kepada KoBer yang dinilainya tak pernah berhenti melahirkan karya yang relevan dan menggugah.
“Selamat untuk saudara kita semua, KoBer yang tak pernah berhenti memberikan karya dan inspirasi di antara kita,” ungkapnya.
Baca Juga: 7 Fakta Kebakaran Hebat di Pabrik Singkong Lampung Tengah yang Viral di Medsos
Pendiri Teater Satu Lampung itu menyoroti tajam isu krisis pangan dan bencana ekologis akibat alih fungsi lahan yang diangkat dalam pementasan. Menurutnya, banyak orang tak menyadari bahwa kemewahan yang dinikmati sebagian kalangan dibayar mahal oleh kerusakan lingkungan.
“Sebagian dari kita mungkin tak pernah menginap di vila atau hotel mahal, tetapi kita telah membayar mahal untuk itu—melalui alih fungsi lahan, deforestasi, bencana ekologis, dan krisis pangan,” ujarnya.
Iswadi juga mengajak publik merefleksikan kembali cara manusia memperlakukan alam. Ia menilai pendekatan eksploitatif telah mengikis pengetahuan lokal yang selama ini menjadi penyangga kelestarian lingkungan.
“Hari ini kita memperlakukan alam secara eksploitatif. Kita kehilangan pengetahuan suci yang dulu menjaga alam tetap lestari,” katanya.
Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Lampung, Melly Ayunda, menyampaikan apresiasi atas konsistensi KoBer menghadirkan ruang refleksi melalui karya kreatif. Ia berterima kasih karena Taman Budaya Provinsi Lampung dipilih sebagai lokasi pementasan.
“Atas nama UPTD Taman Budaya Provinsi Lampung, kami menyampaikan apresiasi kepada KoBer yang menghadirkan ruang refleksi melalui karya kreatif,” ujar Melly.
Tag
Berita Terkait
-
7 Fakta Kebakaran Hebat di Pabrik Singkong Lampung Tengah yang Viral di Medsos
-
7 Fakta Mengejutkan di Balik Penemuan Mayat Pria dengan Kepala Terbungkus Plastik di Bandar Lampung
-
Resmi! Lampung Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Porwanas 2027, Ini Daftar Cabornya
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Tarif Tol Lampung Terbaru 2026 Lengkap Semua Gerbang Bakauheni-Terbanggi Besar
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
BRI Dukung Koperasi Desa Merah Putih, Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Masyarakat
-
Niat Mandi di Sungai, Buruh di Lampung Utara Syok Temukan Jasad Bayi Penuh Luka Robek
-
Tipu Rekan Bisnis Berkedok Proyek Perumahan, Pria di Bandar Lampung Dijebloskan ke Penjara
-
Sentil Revitalisasi Pasar Shopping, Legislator Metro: Bukan Zamannya Pamer Kekuasaan ke Rakyat
-
Zulhas Resmikan KDMP di Lampung Bareng BRI: Warga Desa Kini Bisa Dapat KUR Lewat Agen BRILink