SuaraLampung.id - Beberapa hari terakhir ini beredar akun Facebook (FB) palsu atas nama Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana beredar luas di media sosial.
Akun palsu Eva Dwiana itu bergambar Eva Dwiana dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung Deddy Amarullah. Akun FB palsu itu meminta nomor telepon ke orang-orang secara acak.
Eva Dwiana mengimbau masyarakat untuk tidak tertipu dengan akun FB yang mengatasnamakan dirinya meminta nomor telepon.
"Jangan pernah mudah memberi nomor handphone kepada orang yang tidak kita kenal. Apalagi mengatasnamakan Bunda pakai akun palsu," kata Eva Dwiana yang dikutip dari sejumlah akun pendukungnya, Senin (15/3/2021) dilansir dari Lampungpro.co---jaringan Suara.com.
Modus yang dipakai pelaku, masih cara lama yakni meminta nomor Whattsapp, kemudian meminta enam angka yang dikirimkan ke nomor SMS calon korban.
Informasi yang dihimpun Lampungpro.co dari sejumlah sumber menyebutkan, SMS berisi enam angka tersebut merupakan kode verifikasi dari WhatsApp. Para pelaku kejahatan tersebut sedang berusaha untuk membajak atau mengambil alih akun WhatsApp.
Caranya, pelaku menginstal akun WhatsApp dan mendaftarkan nomor ponsel korban di akun tersebut. Untuk mengambil alih akun itu, para pelaku kejahatan butuh enam digit kode verifikasi yang dikirimkan ke nomor ponsel korban oleh WhatsApp. Setelah nomor WA diambil alih, pelaku akan menipu para korban dengan meminta sejumlah uang atas nama pemilik telepon seluler.
Karena nomor ponsel tidak ada pada pelaku kejahatan, pelaku melakukan rekayasa sosial dengan membujuk korban memberikan SMS berisi enam angka. Modus ini pernah marak dengan menyamar jadi kasir Alfamart dan Indomaret, seperti ini;
"Maaf ganggu, kami dari kasir Alfamart minta tolong sebentar, tadi ada pelanggan kami beli voucher game, kami salah input nomor sms nya terkirim ke nomor kakak. SMS dari WhatsApp yang ada tulisan Thailand nya kak, karena ada kode 6 angka kak untuk kode voucher game fishinggo kk,"
Baca Juga: Bandar Lampung Ditarget Masuk Zona Hijau Covid-19 Sebelum Idul Fitri
Menurut FAQ oleh WhatsApp, pengguna mungkin dikirimi kode verifikasi melalui SMS, meskipun tidak diminta, karena sejumlah alasan. WhatsApp mengatakan ini bisa terjadi karena seseorang salah mengetik nomornya sendiri, atau peretas mencoba mengambil alih akun orang tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun di Tengah Fluktuasi Pasar Modal
-
Pabrik Ekstasi Rumahan di Tulang Bawang Digerebek Polisi: Kontrakan Disulap Jadi Lab Narkoba
-
Belantara Way Kambas Membara: 350 Personel Terjang Sungai dan Hutan Lebat Jinakkan Titik Api
-
Tragedi Tengah Malam di Mesuji: Tepergok Curi Getah Karet, Pria 45 Tahun Tewas Diamuk Warga
-
Abaikan Teriakan Penjaga Rel, Pemuda 21 Tahun Tewas Terseret Babaranjang di Bandar Lampung