SuaraLampung.id - Pola diet artis Tya Ariestya mendapat kritikan tajam dari ahli gizi. Diketahui Tya Ariestya sukses menurunkan berat badannya sebanyak 23 kilogram dalam 4 bulan.
Kesuksesan Tya Ariestya menurunkan berat badan dengan diet ini menginspirasi dirinya membuat sebuah buku berjudul The Journey of #FitTyaAriestya.
Di dalam buku itu, Tya Ariestya menuliskan pengalamannya menurunkan berat badan 23 kilogram dalam empat bulan. Sayangnya, isi buku itu mendapat kritik tajam dari ahli gizi.
Dalam buku itu, Tya Ariestya menulis mengenai keberhasilan dietnya karena tidak makan sayuran. Inilah yang membuat komentar ahli gizi dan ramai di Twitter.
"Awalnya bingung kenapa beberapa pasien mulai tanya, "Mba, emang sayuran bikin gemuk ya?" respon pertama, terpikir paling tabu budaya biasa pada beberapa orang. Makin lama, tambah banyak pertanyaan serupa. lalu ketemulah salah satu penyebabnya. Yaitu sebuah buku diet yang viral," tulis akun @gizipedia_id dikutip dari twitter, Rabu (3/3/2021).
Akun yang juga menautkan situs pemerintah gizipedia.org di keterangan bio itu memang kerap membahas soal gizi dan kesehatan. Akun tersebut lantas mengulas beberapa isi buku tersebut yang dirasa melenceng dari kaidah gizi, termasuk melewatkan sayuran dalam menu sehari-hari, hanya karena Tya Ariestya tak suka makan sayur.
Dalam cuitannya, akun tersebut mengaku hanya bermaksud meluruskan beberapa pandangan agar masyarakat awam tak salah paham dan meniru tak makan sayur. Termasuk juga tak mengikuti diet yang terlalu ekstrem.
Berikut rangkuman kontroversi buku diet Tya Ariestya:
1. Menyebut sayur sebagai penghambat penurunan berat badan
Baca Juga: Buku Diet Tya Ariestya Jadi Kontroversi, Dikritik Ahli Gizi
Diet Tya Ariestya melewatkan sayuran pada menunya hanya karena Tya tak suka makan sayur dan dokternya tak mempermasalahkannya. Dalam kutipan yang dilansir, bahkan Tya menyebut sayuran bisa menghambat penurunan berat badan.
"'Oh iya, tau gak sih, kalau sayur bisa menghambat penurunan BB loh,' speechles," dilansir dari akun @gizipedia_id
Hal ini pun membuat para ahli gizi merasa kecewa karena selama ini masyarakat Indonesia mati-matian diedukasi soal pentingnya serat dan gizi dalam sayuran. Bahkan cara kerja serat pangan yang dijelaskan dalam buku tersebut salah, bahwa sayuran, makanan berserat mengganggu bakteri baik dalam tubuh dan menyebabkan perut kembung.
2. Diet terlalu ekstrem
Secara detail @gizipedia_id menjabarkan kejanggalan yang ada di buku Tya Ariestya. Tertulis bahwa sehari-harinya, Tya Ariestya hanya makan nasi 2 sendok, buah melon dan putih telur dengan tambahan multivitamin dan omega 3. Di mana, total kalori yang dikonsumsi kurang dari 500 kalori.
3. Penjelasan dokter diragukan
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Tukar Valas Makin Mudah, BRI Money Changer Hadir di Berbagai Titik Strategis
-
3 Tahun Hidup Serumah dengan Predator: Evakuasi Buaya 2,7 Meter di Balam Berlangsung Dramatis
-
Polres Metro Bongkar Praktik Bisnis Gelap Solar Subsidi: Modus Borong SPBU untuk Ditimbun
-
Sikapi Jalsah Salanah Ahmadiyah di Lamsel, MUI Lampung: Tolak Aksi Sweeping
-
Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal