Wakos Reza Gautama
Rabu, 03 Maret 2021 | 10:23 WIB
Ilustrasi biji kopi asal Lampung. Nilai ekspor komoditas utama Lampung salah satunya kopi mengalami penurunan di Januari 2021.

SuaraLampung.id - Nilai ekspor komoditas Provinsi Lampung pada Januari 2021 menurun dibanding Desember 2020. Januari 2021, nilai ekspor komoditas Lampung USD 309,46 juta.

Nilai ekspor tersebut menurun sebesar 21,7 persen dibandingkan Desember 2020 di Provinsi Lampung. Ada sembilan komoditas utama yang mengalami penurunan ekspor. 

Yaitu lemak dan minyak hewan/nabati turun 28,26 persen; kopi, teh, rempah-rempah turun 24,20 persen.

Kemudian,  ampas/sisa industri makanan turun 1,66 persen; batu bara turun 35,00 persen; olahan dari buah-buahan/sayuran turun 27,19 persen; bubur kayu/pulp turun 1,31 persen; daging dan ikan olahan turun 8,02 persen.

Selanjutnya,  ikan dan udang turun 31,37 persen; hasil penggilingan turun 23,00. Sedangkan golongan barang utama yang mengalami peningkatan adalah karet dan barang dari karet naik 39,99 persen.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung,  Faizal Anwar, negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada Januari 2021 adalah Amerika Serikat 57,16 juta dolar; Pakistan 38,58 juta dolar; Tiongkok 33,90 juta dolar; Bangladesh 19,25 juta dolar. 

Lalu,  Jepang 16,33 juta dolar; Selandia Baru 15,41 juta dolar: Afrika Selatan 12,59 juta dolar; Malaysia 10,99 juta dolar; Spanyol 10,22 juta dolar; dan Korea Selatan 9,18 juta dolar .  "Peranan kesepuluh negara tersebut mencapai 72,25 persen," tambah Faizal Anwar.

Pada Januari 2021, ada sepuluh golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung. Yaitulemak dan minyak hewan/nabati; kopi, teh, rempah-rempah.

Kemudian; ampas/sisa industri makanan; batu bara; olahan dari buah-buahan/sayuran; karet dan barang dari karet; bubur  kayu/pulp; daging dan ikan olahan; ikan dan udang; dan hasil penggilingan.

Baca Juga: Operasi Anti Ngantuk Digelar di Tol Bakter Lampung

Load More