SuaraLampung.id - Seorang wanita golongan sosialita di Lampung dilaporkan telah melakukan penipuan terhadap dokter Ov, pemilik salah satu klinik kecantikan di Bandar Lampung. Dokter Ov menderita kerugian sebesar Rp 150 juta atas penipuan yang dilakukan perempuan berinisial Ld.
Menurut Dokter Ov, kasus penipuan ini sudah bergulir satu tahun di kepolisian. “Saya berharap Ld ditangkap karena takut ada korban lain,” ujar dokter Ov saat diwawancarai Suaralampung.id, Selasa (2/2/2021).
Dokter Ov menuturkan, Ld adalah pasien langganan di klinik kecantikannya. Setiap datang ke ke kliniknya, Ld tidak membawa tas, dompet. Ld hanya membawa handphone (HP).
Ld rajin perawatan dengan biaya perawatan yang mahal. “Dia sudah filler, botox, tanam benang. Semua perawatan kecantikan sudah pernah. Itu kan lumayan (biaya) ya,” ujar Dokter Ov.
Ld juga terkadang tidak sendiri saat perawatan di Klinik Kecantikan Dokter Ov. “Dia pernah bawa ibunya. Pernah sama seorang pria yang diakuinya sebagai suaminya. Terus ada temannya,” ucap dokter Ov.
Setiap akan membayar, Ld selalu menggunakan mobile banking tidak pernah cash. Menurut dokter Ov, Ld hanya menunjukkan jumlah yang akan ditransfer lewat mobile banking. Namun transaksi itu tidak pernah sukses alias tidak pernah terjadi transaksi transfer uang.
“Ya karena karyawan saya juga polos-polos aja jadi pas dia tunjukkan nominal uang yang dimasukkan di mobile banking untuk transfer ya karyawan saya percaya aja. Ternyata transaksi itu transfer uang itu tidak pernah terjadi,” ujar Dokter Ov.
Menurut Dokter Ov itu dilakukan Ld hampir setahun. Dokter Ov baru sadar menjadi korban penipuan setelah mendengar kabar dari temannya mengenai rekam jejak Ld.
Sebelum Dokter Ov, Ld ternyata melakukan penipuan di tempat lain dengan modus yang sama. Teman dokter Ov ini melihat sebuah postingan di Instagram wajah Ld yang telah menipu salah satu butik di Lampung.
Baca Juga: Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 asal Lampung Dapat Santunan
Karena sering melihat Ld mengunjungi klinik Dokter Ov, teman dokter Ov memberitahunya. Mulai dari situ dokter Ov ada perasaan tidak enak.
Ia lalu mengecek rekening dan ternyata benar tidak pernah ada uang transfer masuk dari Ld. Merasa jadi korban penipuan, dokter Ov melaporkan kejadian ini ke Polda Lampung pada Januari 2020.
Kasus itu sudah dilimpahkan ke Polresta Bandar Lampung. Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Rezky Maulana saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kasus tersebut sedang dilakukan penyelidikan oleh petugasnya. "Ya langsung ke penyidik saja karena sudah ada penunjukan, "kata Rezky Maulana, Selasa (02/02/2021).
Terpisah penyidik yang menangani kasus dugaan penipuan tersebut mengatakan bahwa, kasus itu sedang dalam proses penyelidikan dan segera ditingkatkan ke sidik. "Perkaranya masih lidik, sedang proses mau ke sidik, "ujarnya, Briptu Reza Kurniawan, Selasa (02/02/2021).
Kontributor : Ahmad Amri
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
140 Sekolah SMA/SMK di Lampung Bersolek Total Tahun Ini
-
Ketok Palu Perubahan KUA-PPAS Rp7,99 Triliun: Menilik Peta Jalan Lampung Sejahtera di 2026
-
BRI Peduli Hadirkan Posyandu Matahari untuk Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak
-
Sandiwara Begal Sadis Way Pengubuan Berakhir di Jeruji Besi